News
·
23 Juli 2021 7:55
·
waktu baca 2 menit

100 Ribu Jemaah Salat di NJ?

Konten ini diproduksi oleh Shamsi Ali
100 Ribu Jemaah Salat di NJ? (18685)
searchPerbesar
Ada potongan berita TvOne yang lagi viral atau diviralkan, memberitakan tentang 100 ribu jemaah salat Idul Adha di sebuah lapangan baseball di New Jersey, Amerika Serikat. Yang pasti berita itu tidak tepat, karena beberapa hal:
ADVERTISEMENT
Satu, salat yang diberitakan itu bukan di tahun 2021 ini. Tapi salat Idul Adha sebelum pandemi COVID-19, di tahun 2019. Untuk tahun ini malah wartawan TvOne, Yandri Subakti, meliput salat jemaah Idul Adha kami di Jamaica.
Dua, kapasitas gedung itu maksimal hanya memuat 80 ribuan. Itu dengan asumsi termasuk kursi-kursi tempat duduk yang mengelilingi lapangan. Dengan demikian, lapangan di tengah itu maksimal memuat 20-30 ribuan.
Tiga, panitia pelaksana sendiri memperkirakan maksimal yang berkumpul untuk salat Id itu ada sekitar 30 ribu jemaah.
Karenanya berita salat Idul Adha tersebut, jika mencapai ratusan ribu jemaah, adalah tidak benar. Kita tentu senang jika jemaah besar. Tapi jangan dilebih-lebihkan dan jadinya kurang etis.
Pengalaman kami di Jamaica Muslim Center dengan segala dinamika yang ada, maksimal yang hadir hanya 10.000-an jemaah. Itu dengan asumsi setiap saf mencapai 250 orang lebih. Dengan 40 saf saja ke belakangan berarti jumlah jemaah mencapai 10.000.
ADVERTISEMENT
Viralnya video seperti ini kembali menunjukkan jika umat/bangsa kita selalu mengedepankan dan memupuk emosi. Baik itu untuk tujuan baik seperti ini. Atau bertujuan buruk untuk membangun amarah/emosi. Dan lebih disayangkan lagi, kerap dengan menyebarkan berita yang tidak akurat alias hoaks.
Seperti yang selalu saya sampaikan selama ini. Perjuangan untuk sebuah kebaikan itu, termasuk perjuangan untuk Islam dan dakwah, tidak akan pernah sukses dan barokah jika tidak dilakukan dengan cara-cara yang juga baik dan benar.
Tentu harapan kita semua semoga Islam semakin berkembang dan kuat di US. Sehingga pada masanya kekuatan Islam di Amerika tidak lagi sekadar diukur pada jumlah orang yang berkumpul di lapangan.
Saya justru memimpikan kekuatan umat di US itu bukan saja pada kuantitasnya. Tapi pada kualitasnya sekaligus. Bahwa harapan kita jumlah umat semakin bertambah tentu ada. Tapi juga harapannya sekaligus semakin memiliki kualitas dalam segala aspek kehidupan publik Amerika.
ADVERTISEMENT
Inilah salah satu alasan penting kenapa anggota Komunitas Muslim di US kita dorong untuk ambil partisipasi dalam ragam sektor kehidupan masyarakat. Mereka kita dorong jadi businessman, politisi, hakim, lawyer, dokter, polisi, tentara. Bahkan sebagian warga kita dorong untuk menjadi anggota FBI dan CIA (badan intelijen Amerika).
Semuanya bertujuan untuk menguatkan komunitas (community empowerment) secara kualitas. Dengan kualitas itu umat akan semakin diakui (acknowledged) karena memiliki “makaanah” (posisi) yang terhormat. Insya Allah!
Subway NYC, 21 Juli 2021
*Berita tentang salat Id di New Jersey itu dapat dilihat di sini.