kumparan
20 Mar 2019 12:10 WIB

AIFFA 2019 Siap Kembali Digelar di Kuching, Malaysia

Menteri Pariwisata, Kesenian, Budaya, Pemuda dan Olahraga Sarawak, Malaysia, Datuk Haji Abdul Karim Rahman Hamzah (tengah) berpose bersama para tamu undangan peluncuran AIFFA 2019 di Menara G Tower, Kuala Lumpur (19/3/2019) — Dok. Shandy Gasella
Kuala Lumpur — ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA), festival film dua tahunan yang menyatukan 10 negara di Asia Tenggara untuk berkumpul bersama merayakan film, akan kembali digelar untuk keempat kalinya di Kuching, Sarawak, Malaysia, pada tanggal 25-27 April mendatang.
ADVERTISEMENT
Pada hari Selasa (19/3/2019) acara peluncuran AIFFA berlangsung meriah, bertempat di Menara G Tower, Kuala Lumpur, banyak pegiat perfilman, selebritas, dan media dari kawasan Asia Tenggara hadir, termasuk Menteri Pariwisata, Kesenian, Budaya, Pemuda dan Olahraga Sarawak, Malaysia, Datuk Haji Abdul Karim Rahman Hamzah yang membuka acara.
Dalam sambutannya, Datuk Haji Abdul Karim Rahman Hamzah mengatakan bahwa AIFFA kini telah menjadi sebuah platform yang semakin dikenal di kawasan regional Asia Tenggara, diharapkan AIFFA dapat mewadahi ide-ide dan bisnis perfilman antar negara Asia Tenggara dapat lebih bersinergi, dan menciptakan pasar bersama di tengah populasi 600 juta jiwa.
Selama tiga hari pelaksanaannya AIFFA akan mempertemukan para sineas, penikmat film, dan para pesohor untuk saling berjejaring, berdiskusi, dan bersama-sama akan dibuat terpesona lewat kehadiran film-film terbaik dari kawasan Asia Tenggara, dan juga dihibur oleh penyanyi dan tokoh-tokoh papan atas.
ADVERTISEMENT
Sejalan dengan tren perkembangan teknologi di dunia digital saat ini, AIFFA 2019 mengambil tema konvergensi digital, akan lebih berfokus dan menggali lebih dalam mengenai pemasaran film secara daring, digitalisasi film, dan berusaha menciptakan platform agar film-film dari kawasan Asia Tenggara dapat lebih mudah diakses dan dinikmati oleh kita tanpa terhalang batasan jarak. Para pegiat industri perfilman dari kawasan Asia Tenggara dan juga dari Hollywood akan berdiskusi mengenai hal tersebut lewat forum diskusi selama AIFFA berlangsung.
Akan ada 16 kategori penghargaan yang akan diberikan kepada film-film terbaik dari Asia Tenggara yang ikut berkompetisi. Juri AIFFA 2019 diketuai U Wei Haji Saari (sutradara gaek penerima banyak penghargaan internasional asal Malaysia), dan tiga anggota juri dari Asia Tenggara yakni Amable “Tikoy” Aguiluz (sutradara, produser, penulis, sinematografer, dan pendiri Cinemanila Internasional Film Festival asal Filipina), Mattie Do Laos (sutradara perempuan pertama asal Laos), Daniel Rudi Haryanto (sutradara asal Indonesia, film dokumenternya yang berjudul Prison and Paradise memenangkan Director Guild of Japan Award pada Yamagata Documentary Film Festival 2011), dan satu juri dari Perancis yakni Alain Jalladeau (Direktur The Festival of the Three Continents, Perancis).
ADVERTISEMENT
Setiap kali AIFFA dihelat selalu ada superstar yang menjadi tamu istimewa. Pada AIFFA pertama di tahun 2013, Michelle Yeoh menjadi tamu istimewa tersebut. Jackie Chan hadir pada AIFFA 2015, dan Donnie Yen pada AIFFA 2017. Lantas, siapa bintang besar yang akan dihadirkan AIFFA 2019? Sayangnya, pihak penyelenggara belum bisa memberikan bocoran. Hmm, kira-kira siapa ya?
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan