Apakah Belajar Melalui Bermain Bisa Meningkatkan Minat Membaca Pada Anak?

Sherly Agusta Nur Amalia
Mahasiswi Universitas Brawijaya 2023 Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Konten dari Pengguna
12 Juni 2024 6:38 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sherly Agusta Nur Amalia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber : milik pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : milik pribadi
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Seperti yang telah diketahui bahwa Indonesia berada diperingkat 10 terbawah tingkat literasi. Permasalahan ini menjadi hal yang sering diperbincangkan akhir-akhir ini. Masyarakat Indonesia cenderung tidak peduli dengan permasalahan ini, padahal literasi sangatlah penting bagi kehidupan setiap individu. Tentunya, untuk mengatasi hal tersebut, kita sebagai generasi agent of change harus memberikan inovasi baru untuk membantu mengatasi permasalahan ini.
ADVERTISEMENT
Untuk meningkatkan literasi di Indonesia, tentunya kita harus membangun semangat berliterasi dari masa anak-anak. Oleh sebab itu, meningkatkan minat literasi pada anak saat ini menjadi hal yang sangat penting diera gencaran modernisasi. Untuk mengajak anak-anak dalam menumbuhkan kebiasaan membaca, harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan agar mereka tertarik untuk belajar dan membiasakan diri mereka.
Salah satu fungsi penting bermain menurut Piaget ialah memberikan kesempatan kepada anak untuk mengasimilasi kenyataan terhadap dirinya dan dirinya terhadap kenyataan. Sebagai implikasi dari beberapa konsep tentang pentingnya bermain terhadap pembelajaran adalah menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan anak dapat belajar sambil bermain dan bermain seraya belajar secara efektif.
Untuk itu, penulis menciptakan sebuah inovasi baru sebagai bentuk kepedulian terhadap tingkat literasi di Indonesia, yaitu dengan menghadirkan sebuah permainan "Kartu TeMaNi" yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran yang mampu menarik anak.
ADVERTISEMENT
Sumber : milik pribadi
"Kartu TeMaNi" terdapat 3 jenis dengan kategori yang berbeda-beda, yaitu terdapat "Kartu Literasi" yang dibuat untuk mengajak anak agar gemar membaca dengan cara bermain, menambah semangat anak dalam berliterasi, meningkatkan daya pikir anak akan isi dari buku cerita yang telah dibaca, serta sebagai kegiatan bermain yang efektif bagi guru dan siswa. "Kartu Literasi" ini di design agar anak mampu menyebutkan unsur-unsur intrinsik dari buku cerita yang sudah mereka baca.
Selain "Kartu Literasi", terdapat kategori lainnya yaitu "Kartu Imajinasi" yang dibuat untuk melatih imajinasi pada anak, mengembangkan keterampilan bahasa, melatih kreativitas pada anak, membantu mengasah otak pada anak, dan melatih kepercayaan diri pada anak. Seperti yang diketahui, bahwa imajinasi pada anak usia dini sangatlah tinggi, selain itu "Kartu Imajinasi" ini diciptakan agar setiap anak mampu menceritakan cerita dari gambar yang mereka tangkap sebagai aktivitas meningkatkan literasi mereka.
Sumber : milik pribadi
Kategori ke tiga dari "Kartu TeMaNi" adalah "kartu Komunikasi". Di Kartu komunikasi ini, kita bisa mengetahui bahan bacaan yang telah anak-anak baca untuk mengetahui minat membaca mereka. Selain itu, kartu ini di design untuk melatih keterampilan komunikasi pada anak, untuk mengetahui kemampuan anak dalam membaca, dan sebagai bentuk komunikasi yang menyenangkan.
sumber : milik pribadi
Dengan adanya "Kartu TeMaNi" ini, diharapkan mampu memberikan motivasi terhadap anak dalam meningkatkan kebiasaan membaca dan berliterasi. Kartu ini dapat menemani anak dalam belajar sambil bermain.
ADVERTISEMENT