kumplus- Opini Shofwan Al Banna Choiruzzad

Hantu (Anti) Globalisasi

Shofwan Al Banna Choiruzzad adalah dosen di Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia.
4 Mei 2022 9:40
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ada hantu yang sedang berkeliaran di Eropa, tapi bukan seperti yang dibayangkan Marx. Alih-alih konsolidasi kelas pekerja untuk melakukan revolusi proletariat, orang-orang yang merasa terpinggirkan oleh globalisasi justru memperkuat gelombang politik sayap kanan.
Pemilihan presiden Prancis yang berlangsung pada akhir April lalu memang membendung ambisi Marine Le Pen dan mengantarkan Macron untuk melanjutkan masa pemerintahannya menjadi dua periode. Namun, gagasan yang diwakilinya terlihat nyata semakin mendapat tempat.
“Ini bukan kemenangan,” kata seorang pemilih muda Perancis berhijab bernama Yasmina Aksas dalam wawancaranya dengan Al Jazeera. “Ada 40% rakyat yang memilih Le Pen,” katanya. Suara Le Pen di babak kedua pemilu kali ini meningkat signifikan dari suaranya di babak kedua di 2017. Pada pertarungan itu, kandidat sayap kanan jauh (far-right) yang mengkampanyekan sentimen anti-imigrasi tersebut hanya meraup 33,9% suara. Pada tahun 2022 ini, suaranya mencapai 41,5%.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Perang Rusia-Ukraina membuat upaya transisi energi menjadi tersendat. Padahal, tanpa perang ini pun, transisi bahan bakar fosil yang jumlahnya 80% itu bukan perkara mudah. Kolom Shofwan Al Banna, dosen Hub. Internasional UI, setiap Rabu.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten