kumplus- Opini Shofwan Al Banna

Perlunya Menunggang Arus Hijau Persaingan Adidaya

Shofwan Al Banna Choiruzzad adalah dosen di Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia.
15 Juni 2022 16:44
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Burung-burung tiba-tiba berjatuhan dari langit. Sayap-sayap yang biasa menahan mereka di udara tak lagi bertenaga. Sayangnya, ini bukan kalimat pembuka sebuah fiksi ilmiah atau novel distopia. Ini adalah kejadian nyata yang disaksikan penduduk Gujarat, India. Dokter hewan dan penyelamat satwa mencatat bahwa setiap hari mereka harus berjuang menyelamatkan lusinan burung yang jatuh dari langit. Menurut ahli, burung-burung tersebut mengalami dehidrasi parah karena cuaca panas yang ekstrem. Padahal, musim panas belum memasuki puncaknya.
Peristiwa ini hanya salah satu bukti yang mengamini laporan Intergovernmental Panel on Climate Change, bahwa dampak nyata perubahan iklim telah hadir di tengah-tengah kita. Sebagian merasakan dampaknya lebih awal, seperti meningkatnya frekuensi kejadian gelombang panas ekstrem, kekeringan, kegagalan panen, atau banjir di berbagai wilayah di dunia. Namun, tanpa upaya bersama yang serius, kita semua akan menghadapi kiamat yang sama.
Sayangnya, laporan IPCC yang diluncurkan hampir bersamaan dengan serangan Rusia ke Ukraina kalah dalam pemberitaan. Krisis kemanusiaan yang dihadirkan konflik Ukraina terasa lebih dekat dan nyata dalam media, sementara perubahan iklim hanya menjadi cerita sampiran saja. Padahal, ilmuwan iklim Ukraina yang menghadiri pertemuan virtual dengan ratusan ahli IPCC, Svitlana Krakovska, menegaskan keterkaitan erat antara kedua isu tersebut.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Perang Rusia-Ukraina membuat upaya transisi energi menjadi tersendat. Padahal, tanpa perang ini pun, transisi bahan bakar fosil yang jumlahnya 80% itu bukan perkara mudah. Kolom Shofwan Al Banna, dosen Hub. Internasional UI, setiap Rabu.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten