Setahun Nikah Belum Hamil, Ini yang Harus Dilakukan

SKATA adalah sebuah inisiatif digital yang mendukung pemerintah Indonesia dalam membangun keluarga melalui perencanaan yang lebih baik. SKATA lahir tahun 2015 melalui kerjasama antara Johns Hopkins CCP dan BKKBN.
Konten dari Pengguna
14 Juni 2022 8:58
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Skata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Setahun Nikah Belum Hamil, Ini yang Harus Dilakukan (60318)
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
“Gimana, udah “isi” belum?” atau “Kamu itu emang nunda hamil atau gimana, sih?” adalah pertanyaan yang sering dilontarkan kerabat dekat kepada pasangan yang tak kunjung dikaruniai anak. Ringan diucapkan, tapi berat bagi yang menjalani. Padahal, sudah setahun menikah dan tak ada rencana menunda kehamilan, tapi belum hamil juga. Kenapa, ya?
ADVERTISEMENT
Kemungkinan adanya infertilitas
Menurut WHO, infertilitas diartikan sebagai penyakit pada sistem reproduksi pria atau wanita yang didefinisikan oleh kegagalan untuk mencapai kehamilan setelah 12 bulan atau lebih dari hubungan seksual teratur, tanpa kondom.
Ternyata, kondisi ini cukup banyak terjadi di berbagai belahan dunia. Di Amerika Serikat, sekitar 10% hingga 15% pasangan mengalami infertilitas. Hal ini juga terjadi di Indonesia dengan angka infertilitas yang sama yaitu antara 10% - 15%.
Apa yang harus dilakukan?
Bila kita sudah menikah selama setahun namun belum hamil juga, ada hal lain yang harus ditanyakan untuk memastikan apakah kita infertil atau tidak. Yaitu, apakah kita berhubungan seksual secara rutin atau tidak? Bila kita rutin berhubungan seksual, namun dalam setahun belum hamil juga, sayangnya berarti benar bahwa kita infertil.
ADVERTISEMENT
Setelah mengetahui bahwa kita infertil dari pertanyaan tersebut, kita bisa memeriksakan diri ke dokter kandungan.
Dokter akan mulai dengan mengumpulkan riwayat medis dan seksual dari kedua pasangan. Evaluasi awal biasanya mencakup:
1. Analisis semen
Wanita sering dianggap sebagai penyebab kemandulan, padahal pria pun juga bisa menjadi penyebabnya. Salah satunya karena kondisi sperma yang tidak layak. Karena itu, lakukan pemeriksaan sperma (analisis semen) untuk mengetahui bagaimana kondisi sperma, apakah cukup sehat untuk bisa membuahi sel telur. Baca artikel ini untuk mengetahui bagaimana prosedurnya.
2. Evaluasi tuba
Tuba fallopi adalah saluran yang menghubungkan ovarium atau indung telur dengan Rahim. Jika tak kunjung hamil, bisa jadi ada gangguan pada saluran ini. Untuk mengetahuinya, kita bisa melakukan evaluasi tuba atau HSG (Histerosalpingografi) menggunakan teknologi radiografi.
ADVERTISEMENT
3. Pengujian cadangan ovarium
Wanita dibekali cadangan sel telur sejak masih dalam kandungan, dengan ovarium (indung telur) sebagai tempat penyimpanannya. Saat puber, sel telur ini dimatangkan oleh hormon dan mulai dikeluarkan lewat menstruasi. Nah, kondisi sulit hamil bisa disebabkan oleh poor ovarian reserve atau kondisi saat cadangan sel telur jumlahnya di bawah rata-rata wanita seusianya. Untuk mengetahui jumlah sel telur, maka dilakukan pengujian cadangan ovarium yaitu dengan cara memeriksa kadar AMH (Anti-Mullerian Hormone) dalam darah.
Jika ternyata memang ada masalah pada sperma maupun sel telur, harus apa?
Ada beberapa solusi untuk mengobati infertilitas, yaitu dengan obat-obatan, pembedahan, inseminasi buatan (dengan cara menaruh sperma di dalam rahim untuk membantu proses pembuahan), atau teknologi reproduksi berbantuan seperti bayi tabung.
ADVERTISEMENT
Sering kali, obat-obatan dan inseminasi buatan digunakan secara bersamaan. Dokter merekomendasikan perawatan khusus untuk infertilitas berdasarkan hasil diagnosis dan pemeriksaan.
Di samping dengan cara-cara medis di atas, kita juga dapat menggunakan cara natural seperti akunpunktur, yoga, konsumsi suplemen vitamin dan mineral, dan mengonsumsi makanan kaya nutrisi dan menghindari lemak trans.
Menerapkan perubahan pola makan bersamaan dengan perubahan gaya hidup seperti lebih aktif bergerak dapat membantu meningkatkan kesuburan.
Lalu, bagaimana dengan pasangan yang LDM (Long Distance Marriage)?
Bagi pasangan yang tinggal terpisah, tak ada cara lain agar cepat hamil selain bertemu. Jadikan seks sebagai fokus hubungan saat bertemu dan lakukan seks secara teratur agar bisa terjadi pembuahan.
Dikutip dari National Health Service, frekuensi ideal untuk berhubungan seks adalah setiap dua atau tiga hari sekali ketika kita mencoba untuk hamil. Rencanakan juga dengan matang setiap pertemuan tersebut dengan memantau masa subur agar peluang kehamilan semakin besar.
ADVERTISEMENT
Photo created by pressfoto - www.freepik.com