kumparan
5 Desember 2019 7:07

Terdiagnosis HIV, Harus Bagaimana?

jika-terdiagnosis-hiv-harus-bagaimana.jpg
Ketika terdiagnosis dengan HIV, tentunya seseorang akan kebingungan dan cemas mengenai berbagai aspek dalam hidupnya. Membayangkan sakit yang akan dialami, reaksi orang terdekat dan lingkungan sosial, hingga bayangan akan kematian dapat menyebabkan seseorang tenggelam dalam kesedihan dan kehilangan akal sehat.
ADVERTISEMENT
Jika hal ini menimpa diri Anda, hal yang pertama harus dilakukan adalah:
1.Tenangkan diri
Berikanlah waktu untuk menerima kondisi ini. Namun, perlu diingat bahwa penanganan yang lebih cepat akan memberikan hasil yang lebih baik.
2.Berobat
Hal penting yang juga perlu diingat adalah, walaupun HIV tidak dapat disembuhkan, namun ada pengobatan yang dapat membantu menangani HIV. Jika seseorang yang terdiagnosis HIV tidak berobat, maka HIV akan menyerang sistem imun, yang lama-kelamaan akan menyebabkan AIDS. AIDS adalah kondisi yang berbahaya dimana tubuh kita dapat terjangkit berbagai infeksi yang membahayakan nyawa.
Pengobatan untuk HIV adalah yang kita sebut sebagai antiretroviral therapy (ART). ART tidak dapat menyembuhkan HIV, namun ART dapat menekan pertumbuhan dan jumlah virus di dalam tubuh. Seseorang yang terdiagnosis dengan HIV sebaiknya segera mulai menjalani terapi dengan ART. Dengan menjaga jumlah virus yang rendah, maka risiko progresi menjadi AIDS dan penularan HIV dapat berkurang.
ADVERTISEMENT
3.Konsultasi ke dokter
Seseorang yang terdiagnosis HIV disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan seperti dokter, walaupun belum merasakan tanda dan gejala dari HIV. Hal ini penting untuk mendiskusikan waktu untuk memulai terapi, serta untuk membahas kecemasan serta pertanyaan-pertanyaan yang dimiliki tentang HIV dengan dokter. Berikut adalah pertanyaan yang sering ditanyakan:
1.Ketika terdiagnosis dengan HIV, apakah nantinya saya akan mengalami AIDS?
2.Bagaimana caranya agar tetap sehat dan menghindari infeksi?
3.Bagaimana caranya agar tidak menularkan HIV kepada orang lain?
4.Bagaimana penanganan HIV akan mempengaruhi kehidupan saya?
5.Bagaimana cara menyampaikan kepada pasangan bahwa saya memiliki HIV?
6.Apakah saya perlu memberitahukan kepada atasan dan teman kerja saya bahwa saya memiliki HIV?
7.Apakah ada kelompok dukungan untuk HIV?
ADVERTISEMENT
8.Apakah ada bantuan yang bisa saya dapatkan untuk membiayai pengobatan HIV?
Selain memberikan informasi seputar HIV, dokter akan melakukan evaluasi mengenai progresi penyakit pada penderita HIV. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan terutama adalah untuk mengetahui jumlah virus (viral load) serta angka CD4. CD4 merupakan sel yang berperan dalam sistem imun manusia. HIV menyerang sel CD4. Angka CD4 dan viral load dalam tubuh manusia dapat membantu evaluasi kondisi penderita, serta nantinya digunakan untuk mengevaluasi efektifitas pengobatan HIV.
4.Bercerita pada orang yang dipercaya
Tentunya selain dari sisi medis, perlu adanya bantuan psikis bagi penderita HIV. Seseorang yang terdiagnosis HIV tentunya akan merasa terkejut disertai dengan perasaan-perasaan buruk lainnya seperti cemas, takut, kebingungan, bahkan putus asa. Faktanya, seseorang yang terdiagnosis dengan HIV memiliki risiko 2 kali lipat untuk mengalami depresi dibandingkan dengan yang tidak memiliki HIV. Ingatlah bahwa diagnosis HIV tidak akan menghentikan anda dari kehidupan yang memuaskan. HIV tidak sama dengan kematian, banyak orang yang hidup panjang dan sehat jika ditangani dengan baik.
ADVERTISEMENT
Menceritakan tentang kondisi, kecemasan dan ketakutan yang anda rasakan dengan orang yang anda percaya dapat membantu anda untuk memproses pikiran dan emosi anda. Keluarga dan pasangan hidup dapat menjadi sumber pendukung moral yang baik untuk anda. Walau demikian, tentunya akan ada orang yang bereaksi positif, dan negatif. Tentunya pilihan untuk berbagi dengan orang lain ada pada tangan anda.
5.Konseling
Ketika anda memutuskan untuk berbagi tentang diagnosis anda, ada baiknya anda juga berbagi pengetahuan yang anda dapatkan dari dokter atau sumber terpercaya lainnya sehingga orang tersebut dapat mengerti dengan baik mengenai HIV/AIDS dan kemungkinan tidak memberikan reaksi negatif mengenai kondisi anda. Pikirkanlah kemungkinqan reaksi yang mungkin terjadi, dan pikirkanlah apakah ada kemungkinan terjadi reaksi yang tidak diinginkan seperti kekerasan. Jika anda kebingungan, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter, kelompok dukungan (support group) yang bisa Anda cari secara online atau organisasi yang peduli dengan isu HIV/AIDS, dan berkonsultasi dengan konselor HIV mengenai cara terbaik untuk berbagi tentang kondisi anda.
ADVERTISEMENT
Jika anda terdiagnosis dengan HIV, janganlah merasa terkucilkan karena anda tidak seorang diri. Banyak orang lain yang hidup dengan HIV dan masih bisa menlanjutkan hidup mereka seperti biasa. Ingat, terinfeksi HIV tidak otomatis mengidap AIDS. Lakukan pengobatan rutin agar Anda bisa tetap beraktivitas seperti sedia kala.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan