kumparan
2 Desember 2019 19:10

Google Stadia Rekrut Orang di Balik Assassin’s Creed

Stadia Games and Entertainment di Montreal merupakan studio pertama dari platform layanan streaming milik Google tersebut. Studio ini didirikan oleh mantan developer Assassin’s Creed bernama Jade Raymond yang bertanggung jawab dalam bidang produksi.
ADVERTISEMENT
 
Dilansir Video Games Chronicle, Sebastian Puel juga telah bergabung dan menduduki jabatan General Director. Puel sendiri sebelumnya berperan sebagai Executive Producer Assassin’s Creed selama 10 tahun dari Assassin’s Creed 2 hingga Unity.
 
Karyawan selanjutnya adalah Francois Pelland yang ditunjuk sebagai Head of Production.
 
 
Dulunya, Pelland merupakan Executive Director of Development di studio Ubisof Quebec dan berperan besar dalam pengembangan Assassin’s Syndicate, Assassin’s Creed 3 dan South Park: The Fractured but Whole.
 
 
Karyawan terakhir adalah veteran bernama Mathie Leduc yang bergabung sebagai Art Director. Leduc dulunya berkontribusi dalam dua game Watch Dogs dan Assassin’s Creed pertama.
ADVERTISEMENT
 
Raymond sendiri mengatakan bahwa dia bertanggung jawab dalam mengembangkan game-game eksklusif Stadia dari beberapa studio yang nanti didirikan dimulai dari studio di Montreal.
 
 
“Saya telah membuat game sejak lama dan tidak akan menukar pengalaman tersebut dengan hal lain,” ucapnya.
 
“Namun kami dapat melakukannya dengan lebih baik. Di Stadia, kami tidak percaya terhadap kata cukup. Kami percaya bahwa kami dapat menjadi lebih ambisius, lebih besar dan lebih menarik,” lanjutnya.
 
Stadia sendiri telah dirilis pada tanggal 19 November lalu. Google telah mengatakan bahwa terdapat beberapa fitur yang belum dapat diikutsertakan dalam perilisan tersebut.
ADVERTISEMENT
 
Lalu, kira-kira Stadia Games and Entertainment mau bikin proyek apa, ya?
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan