Konten dari Pengguna

Review Film Child’s Play

Skyegrid Media

Skyegrid Mediaverified-green

Gamer's Daily.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Skyegrid Media tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Review Film Child’s Play

Review Film Child’s Play
zoom-in-whitePerbesar

 

Chucky, salah satu boneka terbilang ikonik di dalam dunia perfilmaan khususnya dengan genre horor. Kemunculannya perdana di tahun 1988 pada film Child’s Play, Chucky merupakan sebuah boneka yang dirasuki roh pembunuh berantai, Charlie Lee Ray dalam sebuah ritual Voodoo. Namun di artikel review film child’s play ini, ceritanya akan benar – benar berbeda.

 

Tetapi, pada versi reboot ini sang sutradara Lars Klevberg yang dibantu oleh penulis scenario Tyler Burton Smith, membuat film Child’s Play berbeda dari versi aslinya. Di cerita terbarunya, boneka Chucky melakukan pembunuhan bukan karena unsur mistis, melainkan karena adanya faktor yang berkaitan dengan teknologi terkini, yaitu perangkat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

 

  • Alur Cerita

 

 

Sebuah perusahaan yang memproduksi barang-barang berteknologi canggih bernama Kaslan Corporation membuat boneka bernama Buddi. Boneka tersebut terintegrasi dalam sistem komputer Artificial Intelligence (AI) dan juga disinkronkan dengan smartphone sehingga memiliki beberapa fungsi salah satunya menjadi teman bermain anak.

 

Namun, ketika dalam proses pembuatannya terdapat sebuah boneka yang dengan sengaja disabotase oleh salah seorang pegawai pabrik. Sayangnya, boneka yang mengalami malfungsi tersebut tetap lolos quality control dan laku terjual.

 

Merasa tidak puas dengan boneka tersebut, si pembeli mengembalikannya ke toko yang menjualnya. Karen (Aubrey Plaza), salah satu pegawai toko mengambil dan menyimpannya sebagai kado ulang tahun untuk anaknya, Andy Barclay (Gabriel Bateman). Walau Andy sempat merasa ada keanehan dengan boneka baru yang diberi nama Chucky itu, tetapi ia hiraukan.

 

Baca juga: Yesterday

 

Awalnya nampak biasa saja, hingga akhirnya masalah mulai bermunculan pada Andy dan orang-orang disekitarnya yang secara mendadak timbul banyak kasus kematian misterius. Alih-alih ingin membuat senang Andy dan berusaha menjadi sahabat baiknya, Chucky justru menjadi teror yang menakutkan.

 

Nah, kalau dibandingkan dengan versi sebelum-sebelumnya, Child’s Play versi reboot ini tidak terlalu mengerikan dan alurnya lebih lamban. Adegan yang terbilang sadis kali ini tak banyak ditemukan, bahkan jumlah korbannya pun sedikit.

 

  • Casts

 

 

Jika selama ini suara Chucky diisi oleh Brad Dourif, kini diisi oleh Mark Hamill. Pemeran Luke Skywalker dalam film seri Star Wars yang sebelumnya menjadi pengisi suara pada film-film besar seperti Avatar: The Last Airbender dan juga Batman: The Animated Series. Dengan berbagai pengalamannya itu kualitas suaranya tak diragukan lagi, meskipun dialog yang dibawakannya terbilang sedikit.

 

 

Penampilan Gabriel Bateman dinilai cukup konsisten dan mampu memerankan karakter Andy yang memiliki peningkatan emosi. Hanya saja, selayaknya sebagai ibu dan anak, chemistry dengan Karen (Aubrey Plaza) kurang terasa maksimal.

 

  • Visual – Audio

 

Pergerakan boneka Chucky, menurut saya terlihat agak kaku yang membuat sayapun berasumsi, efek CGI yang digunakan terlihat kurang maksimal. Meski tidak begitu mengganggu, tetap saja membuat film ini jadi kurang greget.

 

 

Tapi pengambilan gambar dalam environment yang gelap patut di acungi jempol. Objek tetap diusahakan terlihat jelas dan detail dalam kondisi cahaya yang minim.

 

Sedangkan dari segi suara, disesuaikan dengan setiap momen atau adegan yang disuguhkan. Tidak dibuat berlebihan saat ada adegan yang membuat menutup mata, tapi cukup membuat jantung sedikit deg-degan.

 

  • Kostum & Make Up

 

 

Boneka Chucky tetap memiliki perwujudan berambut merah, berpipi chubby, mengenakan sweater garis-garis, baju kodok, dan sepatu merah. Akan tetapi, versi sekarang tidak sebegitu mengerikan ketimbang di seri-seri sebelumnya yang mampu membuat begidik.

 

  • Unique

 

 

Perubahan konsep cerita yang mengikuti perkembangan zaman dengan mengganti unsur mistis menjadi unsur teknologi perlu diapresiasi, meski realitanya di luar ekspektasi. Berdurasi 89 menit, Child’s Play cukup menghibur. Tapi tetap harus diingat, kalau mau nonton film ini jangan ajak anak-anak, sebab ada cukup banyak adegan kekerasannya.

The post Review Film Child’s Play appeared first on Skyegrid Media.