kumparan
KONTEN PENGGUNA
8 November 2019 17:46

Tiongkok Tegas Batasi Anak-anak Main Game

Pemerintah Tiongkok baru saja membuat sebuah peraturan baru yang membatasi durasi anak-anak main game. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan pembatasan pada jumlah uang yang digunakan untuk microtransaction.
ADVERTISEMENT
 
Dilansir dari The New York Times, Chinese National Press dan Publication Administration mengatakan bahwa peraturan bertujuan untuk menjaga kesehatan fisik dan psikis anak-anak di bawah umur.
 
Peraturan tersebut menyatakan bahwa anak di bawah 18 tahun tidak boleh bermain game lebih dari 90 menit dari Senin hingga Jumat. Sedangkan pada akhir pekan dan hari libur, dibatasi hingga 3 jam per hari.
 
 
 
Selain itu, peraturan ini juga melarang anak-anak bermain di atas jam 10 malam hingga jam 8 pagi. Berarti tidak ada lagi anak-anak yang begadang untuk bermain game.
 
Sedangkan untuk pembatasan pada uang yang digunakan untuk DLC dan microtransaction berkisar pada 28-57 dolar per bulan. Batasan tersebut tergantung oleh umur dari anak tersebut.
ADVERTISEMENT
 
 
Ilustrasi anak bermain game
 
 
Hal ini dilakukan dengan cara mendaftarkan nama asli dan nomor identifikasi setiap anak di Tiongkok. Tentunya hal ini akan mempengaruhi pasar industri gaming yang berada di Tiongkok.
 
Sama seperti di wilayah barat, Tiongkok tampaknya telah melihat media hiburan gaming sebagai sesuatu yang membahayakan. Bahkan ini bukan kali pertamanya presiden Xi Jinping memberikan peraturan yang menghambat perkembangan industri gaming.
 
Lalu, apakah Indonesia harus menerapkan peraturan yang sama? Apakah kamu setuju? Tulis pendapat kamu di kolom komentar di bawah.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan