Tekno & Sains
·
11 April 2021 7:28

Strategi Mengurangi Konsep Diri Negatif Anak Tunadaksa

Konten ini diproduksi oleh Sondang Theresia Simbolon
Strategi Mengurangi Konsep Diri Negatif Anak Tunadaksa (236546)
ilustrasi anak tunadaksa. Sumber foto: freepik
Segala sesuatu yang diciptakan di dunia terlahir dengan dua kondisi, ada yang terlahir dengan kondisi sempurna, ada pula yang terlahir dengan kondisi sebaliknya atau berkekurangan. Manusia adalah salah satu ciptaan Tuhan yang bisa terlahir dengan salah satu kondisi di atas. Contoh terlahir dengan kekurangan yang pada umumnya dapat kita jumpai adalah kekurangan fisik atau cacat fisik. Kekurangan atau cacat fisik ini biasa kita kenal dengan sebutan tunadaksa.
ADVERTISEMENT
Merujuk pada pengertian tunadaksa oleh Assjari, tunadaksa adalah sebutan untuk seseorang atau individu atau seorang anak yang memiliki anggota tubuh dengan keadaan tidak lengkap atau tidak sempurna. Dari pengertian tunadaksa menurut Assjari di atas kita dapat menyimpulkan bahwa tunadaksa adalah individu yang mengalami atau memiliki kelainan atau cacat pada tubuh (fisik).
Seorang yang tunadaksa tentunya memiliki keterbatasan dalam bergerak karena adanya kelainan atau cacat pada tubuhnya. Penyebab terjadinya tunadaksa dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti bawaan sejak lahir, adanya faktor keturunan, terjadinya kecelakaan fatal sehingga membuat kelainan atau cacat pada tubuh, adanya virus yang membuat organ pada tubuh habis dan tidak berfungsi seperti sebelumnya.
Penyandang tunadaksa tentunya akan merasa terhambat dalam melakukan aktivitasnya. Hal ini menyebabkan tunadaksa membutuhkan bantuan dari orang di sekitarnya dalam melakukan aktivitas. Namun, masih banyak orang di sekitar yang memandang sebelah mata penyandang tunadaksa. Masih banyak di lingkungan kita yang melakukan penolakan pada individu penyandang tunadaksa. Sulit jadinya bagi seorang tunadaksa untuk melakukan interaksi sosial. Mereka akan merasa diasingkan, timbulnya rasa rendah diri, enggan untuk muncul di tempat ramai dan masih banyak lagi hal yang membuat psikologis penyandang tunadaksa terganggu.
ADVERTISEMENT
Merasa diasingkan dan dampak lainnya dari penolakan masyarakat, konsep diri tunadaksa tentunya akan terganggu. Konsep diri adalah pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri. Salah satu faktor terbentuknya konsep diri adalah adanya pengaruh dari orang di sekitar individu tersebut. Jika ada orang di sekitar kita yang menerima kehadiran kira, maka kita akan merasa senang dan bangga atau merasa bahwasanya keberadaan kita dianggap ada. Hal ini dapat membuat konsep diri yang tercipta adalah konsep diri yang negatif, namun apabila seseorang kehadirannya ditolak, tentunya akan ada rasa benci pada diri sendiri karena adanya penolakan dari orang lain dan membentuk konsep diri yang negatif.
Sama halnya dengan tunadaksa konsep dirinya akan terbentuk positif jika adanya penerimaan. Penolakan akan membentuk konsep negatif. Konsep diri yang negatif adalah konsep di mana adanya keadaan seseorang sedang merasa tidak baik-baik karena adanya kekecewaan. Lalu, hal apa yang dapat dilakukan tunadaksa untuk mengurangi konsep diri negatif ini? Nah, berikut strategi yang dapat dilakukan oleh tunadaksa untuk mengurangi konsep diri negatif!
ADVERTISEMENT
1. Mindset
Tunadaksa terkadang memiliki pola pikir atau mindset yang salah akibat kekurangan yang dimilikinya. Hal ini sangat disayangkan sebab anak tunadaksa itu sendiri memiliki pemikiran yang sempit akan dirinya, di mana dia tidak mempertimbangkan akan potensi atau kemampuan diri yang dimilikinya di samping kekurangannya. Salah satu mind set anak tunadaksa yang salah yaitu seperti menganggap dirinya lebih rendah dari anak normal lainnya. Sehingga dengan mind set tersebut dapat menyebabkan konsep dirinya rendah dan mengganggu kondisi psikologis anak tersebut. Oleh karena itu, mindset tersebut perlu diubah agar anak tersebut dapat memiliki konsep diri yang baik sehingga ia akan tumbuh dan berkembang secara optimal.
2. Pikiran Positif
Setelah terbentuk mindset yang baik, maka akan terbentuk pula pikiran positif yang dapat mempengaruhi konsep diri yang positif. Demikian halnya dengan anak tunadaksa, jangan memikirkan bahwa “keistimewaannya” adalah suatu hal yang negatif. Kita harus berpikiran positif bahwasanya ada hal baik yang Tuhan berikan dibalik “keistimewaannya”. Jangan hidup dengan pikiran yang negatif karena dapat menghambar konsep diri dan hal lainnya.
ADVERTISEMENT
3. Bergaul dengan Orang yang Memiliki Vibes Positif
Sebagaimana dikatakan di atas, konsep diri dibentuk karena adanya faktor dari lingkungan atau orang di sekitar kita. Tentunya untuk membentuk konsep diri yang positif, diperlukan orang-orang di sekitar kita yang dapat memberikan pengaruh positif. Begitu pula dengan anak tuna daksa, mereka membutuhkan dukungan dari orang di sekitar untuk membentuk konsep diri yang positif. Sama seperti padahal umum lainnya, untuk membentuk diri, untuk memotivasi diri kita juga membutuhkan motivasi atau dukungan dari orang di sekitar kita.
4. Bersyukur
Terkadang banyak keinginan yang diinginkan seseorang yang terkadang tidak diraih oleh dirinya sendiri. Sama halnya dengan anak tunadaksa, di mana mereka terkadang juga akan memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu hal diluar batas kemampuan yang dimilikinya. Dengan keinginan yang seperti itu, anak tunadaksa kemungkinan akan memiliki rasa iri terhadap orang lain dan tidak puas serta kecewa terhadap dirinya sendiri.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya perasaan-perasaan seperti itu, anak tunadaksa dapat menyebabkan konsep dirinya semakin rendah. Hal ini perlunya tentu diatasi. Cara yang paling mudah dan efektif mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan selalu bersyukur. Terkadang tunadaksa akan selalu memiliki perasaan yang rendah diri karena ia terpatok pada kekurangannya, tanpa menyadari bahwa dirinya memiliki kelebihan dengan “keistimewaannya” sehingga seharusnya dia bersyukur dengan adanya “keistimewaan” tersebut. Karena Tuhan menciptakan semua individu memiliki kelebihan masing-masing yang patut untuk disyukuri.
Itulah beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh tunadaksa untuk mengurangi konsep diri negatifnya. Setiap seseorang memiliki kekurangan namun dibalik kekurangan tentunya ada kelebihan. Demikian juga anak tunadaksa. Mari, kita saling membantu, memberikan dorongan positif agar anak tunadaksa dapat berkembang sama seperti anak lainnya.
ADVERTISEMENT