Bola & Sports
·
1 Juni 2020 15:07

Hakan Calhanoglu Beberkan Sifat Asli Zlatan Ibrahimovic

Konten ini diproduksi oleh Sportainment
Hakan Calhanoglu Beberkan Sifat Asli Zlatan Ibrahimovic (67734)
Zlatan Ibrahimovic memimpin rekan-rekannya di Milan. Foto: Alberto PIZZOLI / AFP
Pemain AC Milan, Hakan Calhanoglu, membeberkan sifat asli rekan satu timnya, Zlatan Ibrahimovic. Bagi gelandang asal Turki itu, Ibra bukan pesepak bola egois seperti penilaian orang-orang, bahkan sebaliknya, pemain asal Swedia itu justru baik dan mudah bergaul.
ADVERTISEMENT
Seperti yang diketahui, Ibrahimovic dikenal sebagai pesepak bola yang arogan. Kehebatannya di atas lapangan membuat penyerang asal Swedia tersebut senang bertingkah bak raja.
Misalnya saat hengkang dari LA Galaxy, salam perpisahan Ibra lewat Twitter menuai sorotan lantaran terlihat angkuh. Namun, tak sedikit yang menyukai sikap terang-terangannya tersebut.
"Saya datang, saya lihat, saya taklukan. Terima kasih LA Galaxy yang membuat saya merasa hidup lagi. Untuk para penggemar Galaxy, Anda inginkan Zlatan, saya berikan Zlatan. Sama-sama. Cerita masih berlanjut. Sekarang, kembalilah menonton baseball," kata Ibrahimovic.
Namun, mengutip dari Sportskeeda, di balik tingkahnya yang terlihat sombong, Hakan Calhanoglu mengungkap Ibrahimovic merupakan pesepak bola yang tidak egois. Bahkan, gelandang asal Turki itu menyebut Ibra sosok yang ramah dan mudah bergaul.
ADVERTISEMENT
"Semua orang di luar melihat egonya. Saya rasa tak ada ego, dia (Ibrahimovic) sangat mudah didekati, sangat simpatik, mudah bercanda, sangat menyenangkan menghabiskan waktu bersamanya," ujar Calhanoglu.
Sejak bergabung kembali pada bursa transfer musim dingin 2020, Ibrahimovic dinilai sukses membuat performa Milan meningkat. Dirinya jadi sosok pemimpin yang dibutuhkan tim muda I Rossoneri.
"Dia bukan pemain yang baru buat Milan. Dia bintang dunia dan pemain yang sangat berpengalaman. Dia bintang kami. Dia berkontribusi kepada kami di segala aspek– dengan pengalamannya, ambisi permainan, mental, sangat membantu di atas lapangan,” kata Calhanoglu.
Sebelum Serie A ditunda, penyerang berusia 38 tahun itu sudah mencetak empat gol dari 10 penampilan. Jelang kembalinya kompetisi, peran Ibra akan kembali dibutuhkan untuk Milan bisa finis di zona kompetisi Eropa. (bob)
ADVERTISEMENT