kumparan
30 Agu 2017 13:07 WIB

Faktor Penyebab Kanker Payudara yang Perlu Diketahui

Logo Kanker Payudara (Foto: Pixabay)
Saat ini, kanker payudara menduduki peringkat pertama sebagai kanker paling mematikan bagi perempuan di Indonesia. Tumor ganas yang bersarang pada payudara ini memang bisa berakibat fatal jika terlambat ditangani.
ADVERTISEMENT
Untuk mencegah semakin melonjaknya angka kematian perempuan akibat kanker payudara, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) sejak lama sudah menggalakkan gerakan SADARI. Gerakan ini mengajak kaum hawa untuk menyadari dan mengecek kondisi payudara masing-masing.
Jika terdapat benjolan tak wajar atau terjadi perubahan bentuk dan warna pada payudara, sebaiknya kamu segera lakukan pemeriksaan kepada dokter. Lebih cepat, lebih baik.
Karena pada dasarnya, kanker merupakan penyakit yang bisa dilawan dan disembuhkan jika terdeteksi sejak dini. Akan jauh lebih efektif jika terdeteksi sebelum memasuki stadium dua.
Menurunkan Risiko Penyakit Kanker (Foto: Thinkstock)
Banyak perempuan yang harus meregang nyawa akibat terlambat dan tidak peka terhadap penyakit ini. Yak sedikit juga orang yang merasa marah dan bingung, karena merasa sudah menjalani pola hidup yang sehat.
ADVERTISEMENT
Jika sudah terkena kanker payudara, pertanyaan "kenapa saya?" jadi yang paling sering kali naik ke permukaan. Biasanya, butuh proses yang cukup panjang bagi si penderita untuk bisa menerima keadaannya.
Lantas, apa yang jadi penyebab munculnya kanker payudara? Hingga kini, pertanyaan ini masih belum 100 persen ditemukan jawabannya.
''Kanker itu ada faktor yang bisa dihindari, ada yang tidak," papar Prof. D. Dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), saat ditemui kumparan di Hotel LS Luwansa, Jakarta Selatan, pada Selasa (29/8). "Yang tidak bisa dicegah itu adanya gen tertentu (dalam tubuh seseorang) yang menyebabkan tubuh lebih rentan tehadap sel kanker," jelasnya lagi.
Aru juga menyebutkan bahwa banyak faktor alami yang memang berada diluar kendali manusia. "Misalnya Seseorang yang mulai menstruasi (pada usia) kurang dari 12 tahun. Kemungkinan kena kanker payudaranya lebih tinggi," jelasnya memberi contoh.
ADVERTISEMENT
Selain itu, ukuran payudara juga mempengaruhi besarnya risiko kanker payudara pada perempuan. Semakin padat dan besar ukurannya, maka risiko juga jadi lebih tinggi.
Hal-hal yang seperti inilah yang perlu diketahui banyak orang agar tak mudah merasa marah dan kecewa terhadap keadaan.
Faktor penentu lainnya yang turut memberi andil adalah usia menikah, melahirkan, dan menyusui bagi perempuan. Kaum hawa yang tidak menyusui memiliki risiko terkena kanker payudara yang jauh lebih tinggi dibanding yang tidak.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·