• 1

Kamu Menangis Setelah Berhubungan Intim? Ini Penyebabnya

Kamu Menangis Setelah Berhubungan Intim? Ini Penyebabnya


Manfaat menangis

Manfaat menangis (Foto: Thinkstock)
Berhubungan intim terbukti memiliki berbagai keuntungan bagi kesehatan. Seperti dapat mengurangi rasa sakit, menjadi obat alami untuk mudah tidur, membakar kalori, dan memperkuat sistem imunitas tubuh.
Namun pada beberapa kasus, berhubungan seks dapat mempengaruhi mood atau suasana hati kamu. Seks terkadang bisa membuatmu merasa sedih, dan kesepian tanpa sebab. Bahkan, tak jarang menyebabkan perempuan menangis.
Mengapa bisa?
Dilansir Health, kondisi tersebut dikenal dengan istilah Post-coital Dysphoria (PCD). Ian Kerner, seorang sex therapist dari new York mendefinisikan PCD sebagai perasaan sedih, marah, dan stres yang bercampur aduk. Biasanya, emosi ini terjadi setelah selesai melakukan seks dan orgasme.
“Tak hanya saat berhubungan seks, PCD dapat terjadi bahkan saat kamu masturbasi,” jelasnya.

Merasakan sakit saat seks

Merasakan sakit saat seks. (Foto: Shutter Stock)
Uniknya, hal ini bukanlah sesuatu yang langka. Menurut survey yang dilakukan Sexual Medicine pada perguruan tinggi wanita, ditemukan bahwa 46 persen perempuan pernah menangis setelah berhubungan seksual.
Kondisi PCD sendiri belum mendapatkan riset yang mendalam. Namun Ian percaya bahwa, ini terdapat hubungannya dengan hormon wanita.
“Terutama untuk wanita, seks dan orgasme bisa melepaskan hormon oksitosin. Sebuah hormon yang juga memfasilitasi perasaan terikat dan koneksi,” jelas Ian.
Seks juga bisa membuat perempuan merasa tak berdaya, dan ketidakberdaayaan tersebut menyebabkan air mata. Contohnya, saat pasangan yang sering bertengkar dan melakukan seks sebagai metode untuk berbaikan.
“Dengan pola bertengkar, lalu berhubungan seks, dan berharap hubungan dapat baik-baik saja. Saat melakukan seks memang terasa baik-baik saja, namun setelahnya, kamu merasa bahwa koneksi antara dirimu dan pasangan sudah berkurang yang menyebabkan tangisan,” jelasnya.
Saat kamu mengalami PCD dan tidak tahu alasannya mengapa, hal paling baik untuk dilakukan adalah mendatangi tenaga ahli profesional seperti seksolog atau terapis.

LifestyleLove & RelationshipSeksFakta Unik

500

Baca Lainnya




}