Woman28 Juni 2017 12:33

Kelelahan Bekerja dapat Menyebabkan Kematian, Mungkinkah?

Konten Redaksi kumparan
Kelelahan Bekerja dapat Menyebabkan Kematian, Mungkinkah? (487141)
Kelelahan bekerja sebabkan kematian? (Foto: Thinkstock)
Dunia medis dan media sosial digegerkan dengan kabar meninggalnya dr. Stefanus Taofik, SpAn saat sedang menjalankan tugas di RSPI Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Dikabarkan, almarhum diduga meninggal akibat kelelahan setelah berjaga selama empat hari nonstop di tiga rumah sakit berbeda.
ADVERTISEMENT
Almarhum dikatakan mengambil alih tugas jaga malam, guna memberi kesempatan rekan sejawatnya untuk cuti mudik dan merayakan Lebaran. Kejadian yang dialami dr. Stefanus inipun memicu tanda tanya dari banyak orang.
Mungkinkah seseorang meninggal akibat kelelahan bekerja?
Dokter penyakit dalam Prof.Dr.dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD, KGH (K) memberikan pernyataan singkatnya.
"Kalau di kedokteran itu selalu begitu, selalu dijadikan 'ini mungkin', 'ini mungkin', jadi perlu dipertegas dengan melakukan sejumlah pemeriksaan," tutur dr. Parlindungan saat dihubungi kumparan (kumparan.com) lewat sambungan telepon pada Rabu (28/6).
"Satu-satunya jalan ya otopsi, karena kan tidak bisa periksa laboratorium lagi (sudah meninggal). Jadi semua yang bisa dilakukan hanya menduga-duga, karena di buku sebenarnya enggak ada tulisan demikian (meninggal akibat kelelahan)," sambungnya lagi.
ADVERTISEMENT
Meski tak ada teori pasti terkait hal ini, penyakit jantung disebut-sebut sebagai 'biang kerok' terjadinya kondisi fatal yang menyebabkan kematian. Kerja jantung yang berat akibat akumulasi pola hidup yang tak sehat jadi pemicu utamanya.
Misalnya mengonsumsi terlalu banyak kafein, junkfood, merokok, kurang olahraga, hingga kekurangan tidur. Semuanya bisa menyebabkan darah membeku dan menyumbat pembuluh darah.
Aliran darah yang tersumbat akhirnya bisa menyebabkan otot jantung jadi cedera, yang berujung pada serangan jantung, atau dikenal sebagai infark miokard dalam dunia medis. Kondisi inilah yang membuat banyak orang menganggap kelelahan sebagai penyebab kematian.
Soal jam kerja maksimal yang bisa diakomodir oleh tubuh manusia, Parlindungan mengatakan bahwa sesungguhnya sama sekali tak ada teori tertulis yang menegaskan hal ini. "Berdasarkan yang sudah diteliti, yang penting tidur minimal enam jam. Itu saja, tidur enam jam itu sehat," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi pasti dari pihak rumah sakit dan keluarga terkait penyebab meninggalnya almarhum dr Stefanus Taofik, SpAn.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white