• 2

Peraturan yang Harus Diperhatikan Jika Ingin Berkunjung ke Korea Utara

Peraturan yang Harus Diperhatikan Jika Ingin Berkunjung ke Korea Utara


Suasana kota Pyongyang, Korea Utara

Suasana kota Pyongyang, Korea Utara (Foto: REUTERS/Damir Sagolj)
Korea Utara memang terkenal sebagai negara yang menutup diri dari dunia internasional. Tak heran, banyak dari kita yang kurang mengetahui tentang negara yang dipimpin Kim Jong-Un itu.
Dalam menjalankan roda pemerintahan, mereka memiliki aturan ketat kepada warganya, termasuk ke wisatawan. Bahkan, Korea Utara juga membatasi jumlah wisatawan yang boleh memasuki negara mereka.
Jika berminat berkunjung ke sana, ada banyak peraturan yang harus kamu patuhi. Sederet peraturan ketat ini akan dijelaskan di China, sesaat sebelum memasuki Korea Utara.
Salah satunya adalah wisatawan wajib memakai agen perjalanan resmi, jika ingin berkunjung ke sana. Ketika mendarat, wisatawan langsung 'disapa' oleh pemandu resmi dari pemerintah.

Korea Utara merupakan negara yang tertutup

Korea Utara merupakan negara yang tertutup. (Foto: Wikimedia Commons)
Tak sampai di situ, sang pemandu juga akan terus membututi setiap langkah, kemanapun wisatawan pergi. Jangan berharap bisa quality time untuk berlibur. Bahkan, untuk keluar kamar hotel dan jalan-jalan pun tak akan bisa, pemandu akan dengan 'setia' menemani.
Kemudian, wisatawan dilarang dan tak diizinkan pergi sendirian. Menggunakan transportasi umum juga tidak diperkenankan.
Selanjutnya, para wisatawan juga dilarang menyebut negara itu dengan Korea Utara, melainkan mengucapkannya dengan Republik Demokratik Rakyat Korea atau disingkat DPRK.
Peraturan lainnya ialah tak boleh menggunakan denim berwarna biru. Selain itu, tak semua tempat boleh difoto.
Ada beberapa tempat yang sangat privasi dan tak boleh dipotret. Ketika meninggalkan Korea Utara hasil foto juga akan dicek oleh petugas.
Tak boleh berbicara soal politik juga menjadi peraturan selanjutnya di Korea Utara. Mengingat Korea Utara merupakan negara yang atheis, maka jangan berbicara dan melakukan hal-hal yang berkaitan dengan agama di ruang publik. Misalnya, berdoa di depan umum atau berkeliling dengan membawa kitab suci, tentunya akan ditangkap jika ketahuan.
Wisatawan hanya bisa mengunjungi tempat wisata yang resmi, toko-toko yang disetujui, bahkan untuk berbicara hanya boleh dengan sang pemandu saja. Untuk membeli souvenir, tak semua barang dapat dibeli.
Saat melakukan transaksi, wisatawan tidak bisa menggunakan mata uang won Korea Utara. Euro, Yuan, Won Korea Selatan, dan Dollar Amerika menjadi uang yang bisa digunakan wisatawan.
Kamu juga akan dilarang berbicara hal negatif tentang negara, rakyat, atau para pemimpin Korea Utara. Sebisa mungkin di setiap tempat wisatawan harus selalu memuji. Melecehkan pemerintahan Korea Utara merupakan pelanggaran berat.
Untuk urusan mengabadikan momen juga memilki aturan ketat. Turis tak boleh sembarang mengabadikan momen, bahkan jika ingin memotret sebuah patung harus menangkap seluruh tubuhnya. Memotret orang berjalan pun tak boleh.
Para wisatawan juga tak akan bisa menggunakan handphone. Nantinya handphone itu akan disita dan history pada browser juga akan ikut diperiksa.
Selain itu, jangan berharap bisa menggunakan internet, karena tidak akan berfungsi kecuali menggunakan layanan DPRK. Tujuannya agar pemerintah Korea Utara dapat memantau panggilan dari para wisatawan.
Jika wisatawan melanggar peraturan, tak hanya dirinya saja yang akan mendapatkan sanksi namun pemandu juga akan ikut dituntut, bahkan disiksa.
Bagaimana? Tertarik untuk berwisata ke Korea Utara?

TravelKorea UtaraUnikPariwisata

presentation
500

Baca Lainnya