kumparan
20 Oktober 2017 14:42

Prinsip 4C, Panduan Dasar Tentukan Kualitas Berlian

Cincin Berlian
Cincin berlian. (Foto: Thinkstock)
Bisa dikatakan, berlian merupakan batu mulia paling diincar di dunia. Batu cantik yang dijadikan sebagai perhiasan ini memiliki nilai yang sangat tinggi.
ADVERTISEMENT
Kisaran harganya pun tidak main-main. Mulai dari Rp 5 jutaan hingga ratusan miliar, semua tersebar di penjuru dunia.
Harga fantastis ini dipengaruhi oleh carat, kualitas, ukuran, warna, dan kelangkaan berlian. Semakin besar carat dan langka warna berlian, maka semakin mahal pula harganya.
Tak ada satupun berlian yang hadir dalam wujud sama. Setiap berlian berbeda dengan ciri khasnya masing-masing. Ibarat manusia, berlian juga memiliki tanda lahir yang unik.
Inilah yang membuat banyak orang kesulitan dalam mengenali dan menaksir harga berlian. Agar tak keliru dan tertipu, penting bagi kamu untuk mengenal prinsip 4C.
"Standar yang sangat dasar untuk mengenali kualitas berlian," tutur Devi Chayadi, GG, AJP, pakar berlian PT CMK, saat ditemui kumparan (kumparan.com) di Pullman Hotel, Jakarta Barat, Kamis (20/10).
ADVERTISEMENT
Adapun aspek 4C terdiri dari empat hal, yakni cut (potongan), clarity (kejernihan), color (warna), dan carat (bobot). Ini dia penjelasannya!
1. Cut (Potongan Berlian)
Berlian
Berlian. (Foto: Thinkstock)
Semakin cantik dan indah pendar cahaya yang mampu dipantul berlian, makin tinggi pula harganya. "Yang harus dipahami, berlian tidak dipotong, tapi diasah. Berlian diasah untuk dibentuk," jelas Devi.
Proses pengasahan inilah yang memegang peranan vital dalam menentukan harga berlian. Potongan berlian harus rapi, presisi, dan proporsional. Dibutuhkan ketelatenan tingkat tinggi untuk menciptakan sebuah berlian.
"Segala bentuk kemiringannya diperhitungkan. Cut is the only human contribution factor. Kualitas tergantung dari manusianya, menentukan harganya,” kata dia.
"Yang terpenting dalam menentukan berlian adalah proporsi, polish dan simetri. Misalnya bentuk hati sempurna atau tidak, bulatnya sempurna atau tidak," ujarnya.
ADVERTISEMENT
2. Color (Warna)
Berlian Pink Star
Berlian Pink Star. (Foto: REUTERS/Toby Melville)
Color atau warna berlian juga memegang andil besar. Pada dasarnya, warna berlian terbagi dalam dua jenis: colorless diamond (transparan) dan fancy color diamond.
Berlian dengan warna terjernih akan diberi nilai D, sedangkan yang warnanya paling pekat bisa mendapat nilai Z. Penilaian ini berdasarkan chart internasional yang tersedia.
Sebuah berlian yang baik harus bersih dari rona dan bening seperti air. Makin murni dan jernih warna berlian, makin tinggi pula harganya.
3. Clarity (Kejernihan)
Meneliti Berlian
Meneliti Berlian (Foto: Thinkstock)
Sedangkan clarity merujuk pada tingkat kebersihan dan kejernihan berlian. Karena berlian merupakan produk alam, maka tak ada satupun berlian yang bebas dari noda. Makin kecil dan tak terlihat noda yang ada pada berlian, makin tinggi pula harganya.
ADVERTISEMENT
"Clarity merupakan karakteristik yang ada dalam berlian. Dia bukan cacat, tapi jadi karakteristik unik pada berlian," ujar Devi. "Yaitu inclusions di dalam berlian yang ada sejak berlian terbentuk. Langka sekali menemukan berlian yang tidak ada inclusionnya, karena dia barang alam, punya tanda lahir," sambungnya.
Selain noda, penting juga meneliti ada atau tidaknya goresan pada permukaan berlian. Biasanya, goresan disebut dengan istilah blemish atau luka. Ini terjadi karena kesalahaan dan kelalaian manusia dalam memperlakukan berlian.
Penilaian tertinggi adalah Flawless (FL) untuk noda yang tak terlihat dalam 10 kali pembesaran. Sedangkan yang terburuk adalah Included (I), yaitu kecacatan yang terlihat jelas.
4. Carat
Artemis dari Sotheby's
Artemis dari Sotheby's (Foto: Dok. Sotheby)
Carat adalah istilah yang dipakai untuk menamai bobot berlian. Semakin berat bobot berlian, semakin besar caratnya.
ADVERTISEMENT
"Satu carat sama dengan 100 points. Points merupakan istilah yang memang jarang terdengar di Indonesia," jelas Devi. Satu carat berlian sama artinya dengan 0,200 gram. Dan untuk satu carat, bisa dibanderol hingga Rp 100 jutaan lebih. Wow!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan