Pencarian populer
PUBLISHER STORY
12 Desember 2018 18:40 WIB
0
0

Mahasiswa Kampus Ungu Kunjungi Lapangan Banyu Urip

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia
BELAJAR MIGAS : Mahasiswa Kampus Ungu mendapat penjelasan tentang industri migas Blok Cepu dari perwakilan EMCL, Dave A Seta.
ADVERTISEMENT
Bojonegoro - Kurang lebih 40 mahasiswa dari Kampus Ungu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (12/12/2018), mengunjungi Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di wilayah Gayam.
Kedatangan mereka untuk studi dan mengetahui dari dekat operasi Minyak dan Gas Bumi (Migas).Calon perawat dan bidan yang mewakili Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) itu bersama karyawan Kampus Ungu, disambut manajemen ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Tampak External Affairs Manager EMCL, Dave A. Seta dan beberapa staf yang mewakili bidang kerja masing-masing.
"Kita dijelaskan tahapan dan proses sampai jadi minyak atau gas, serta bisa melihat proses dari dekat alat-alat eksplorasi maupun eksploitasi," jelas Ketua DLM Kampus Ungu, Monica Safitri.
ADVERTISEMENT
Menurut Monica, mahasiswa yang ikut sangat senang dan antusias. Sebab, materi yang disampaikan baru dan tidak ditemukan di kampus. "Banyak yang ditanyakan, termasuk seputar teknis maupun kemasyarakatan," tegasnya.
Sementara itu Ketua STIKes ICsada Bojonegoro, Hasan Bisri ketika memberangkatkan mahasiswa ke Lapangan Banyu Urip berpesan jika Kampus Ungu sangat konsen pada kemitraan, terutama dengan perusahaan-perusahaan yang peduli pada masyarakat sekitarnya.
"Apalagi Kampus Ungu telah bermitra baik sejak lama dengan EMCL, selaku operator Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu," jelas Pak HB, sapaan karibnya.
Sementara itu External Affairs Manager EMCL, Dave A. Seta dalam presentasinya menjelaskan bahwa Lapangan Minyak Banyu Urip merupakan proyek negara sekaligus objek vital nasional. Oleh karena itu, katanya, kegiatan operasi industri hulu migas tersebut harus didukung sama-sama.
ADVERTISEMENT
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah dan masyarakat, termasuk kalangan akademis yang telah mendukung kesuksesan proyek negara ini," ucapnya.
Kata Dave, EMCL sebagai kontraktor yang dipercaya Pemerintah Indonesia mengelola Lapangan Banyu Urip ini, terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah. 
Dave juga menjelaskan bahwa saat ini produksi Lapangan Banyu Urip mencapai 210 ribu barel per hari atau setara dengan lebih dari 25 persen produksi minyak nasional. 
Setelah diberi pemaparan materi dan tanya jawab, peserta diajak berkeliling melihat berbagai fasilitas produksi yang ada di Lapangan Banyu Urip. Selama berkeliling, para mahasiswa dan dosen didampingi petugas yang menjelaskan detail fasilitas. Di sana pun mereka sambil tanya jawab(rien)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80