kumparan
14 Mar 2019 22:04 WIB

Unjuk Rasa Jadi Ancaman Utama Proyek Jambaran-Tiung Biru

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli menyampaikan unjuk rasa masih gangguan utama proyek Jambaran-Tiung Biru.
ADVERTISEMENT
SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia
Bojonegoro - Kepolisian Resor Bojonegoro, Jawa Timur, memetakan gangguan keamanan proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Salah satunya adalah unjuk rasa menuntut pekerjaan dan peluang usaha.
Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli menjelaskan unjuk rasa masih menjadi gangguan utama keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kegiatan migas.
"Itu yang sering terjadi," ucap kapolres kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (14/3/2019).
Menurut dia yang jadi perhatian Polres Bojonegoro sekarang ini adalah pelaksanaan proyek rekasaya, pengadaan, dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement, and Construction-Gas Processing Facilities (EPC- GPF) Jambaran Tiung Biru (JTB).
Proyek tersebut dikerjakan Konsorsium PT Rekayasa Industri-Japan Gas Corporation Indonesia-Japan Gas Corporation (RJJ), kontraktor Pertamina EP Cepu.
ADVERTISEMENT
"Yang sudah terjadi ya unjuk rasa itu," tegasnya.
Setiap gangguan yang mengancam proyek starategis nasional (PSN) ditangani dengan cepat. Mulai dari melakukan deteksi dan penyelesaian konflik kecil agar tidak mengembang dan berdampak lebih besar (Guantibmas).
"Ini salah satu upaya kita proyek migas bisa berjalan dengan aman dan lancar," tandasnya. 
Peran serta stakholder, TNI dan Polri dalam menjaga keamanan diperlukan untuk membantu kelancaran dan kesukseskan proyek Jambaran-Tiung Biru.
Sebab masih ada pihak-pihak yang melakukan aksi unjuk rasa serta konflik internal karyawan.
"Dengan kerja sama dan sinergi yang baik semua dapat diatasi," pungkasnya. 
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan