kumparan
News23 Juli 2019 12:21

5 Fakta Medis Hasil Autopsi Gadis Cianjur Korban Pembunuhan

Konten Redaksi Sukabumi Update
6.jpg
Dokter forensik RSUD R. Syamsudin SH, Nurul Aida Fatia. | Sumber foto: Istimewa.
SUKABUMIUPDATE.com - Jenazah Amelia Ulfah Supandi (22 tahun), gadis Cianjur korban pembunuhan, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tugu Sayang Cianjur, Selasa (23/7). Usai proses autopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin SH Kota Sukabumi, jenazah langsung dibawa ke rumah orang tuanya di Gang Mulus, Jalan Prof. Moh. Yamin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur Kota, Kabupaten Cianjur.
ADVERTISEMENT
Amelia ditemukan tewas dengan posisi tubuh tertelungkup dan tanpa busana di sawah pinggir Jalan Sarasa Kampung Bungbulang, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Senin pagi (22/7). Hasil autopsi luar yang dilakukan dokter forensik mengungkapkan sejumlah fakta medis.
"Jadi kekerasan tumpul yang ada di wajah dan sekitar rahang, terkesannya kekurangan oksigen pada korban. Ada dugaan korban sempat dibekap, benar tidaknya saya tidak tahu," tutur dokter forensik RSUD R. Syamsudin SH, Nurul Aida Fatia, kepada sukabumiupdate.com, Senin malam.
Fakta pertama, ditemukan luka memar dan lecet di wajah dan lengan korban. Kedua, tidak ditemukan luka akibat benda tajam. Ketiga, luka di wajah dan lengan korban diduga akibat kekerasan tumpul (bukan benda tumpul). Keempat, ada noda darah di TKP dan kemaluan korban yang saat ini masih dalam proses uji laboratorium.
ADVERTISEMENT
“Kesannya seperti darah menstruasi, tapi nanti kita coba tunggu hasil labnya, karena apusan darat liat kemaluannya kita kirim ke lab, untuk diketahui apakah darahnya itu darah menstruasi atau bukan dan ada atau tidak kecurigaan kekerasan seksual,” sambung dokter Aida.
Fakta kelima, kematian korban diperkirakan 12-18 jam sebelum menjalani proses otopsi di RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan