kumparan
15 Feb 2019 15:03 WIB

Katanya Blanko e-KTP Habis, Warga Palabuhanratu jadi Langganan Suket

Surat keterangan (suket) pengganti e-KTP sementara untuk masyarakat yang hingga kini belum memiliki e-KTP. | Sumber Foto:Nandi
SUKABUMIUPDATE.com - Lamanya mengurus berkas dan dokumen kependudukan seperti KTP elektronik, atau biasa disebut e-KTP kembali menuai keluhan. Seperti yang dialami Siti Royani (21 tahun) warga Kampung Cibodas, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
ADVERTISEMENT
Siti Royani mengaku sudah mengajukan perekaman untuk pembuatan e-KTP dari tahun.
"Selama ini saya hanya menggunakan selembar kertas surat keterangan (suket) pengganti e-KTP. Kalau tidak salah Agustus 2017 lalu saya mendapatkan suket itu. Sekarang sudah 2019, e-KTP belum jadi juga," kata Siti Royani kepada sukabumiupdate.com, Jumat (15/2/2019).
Ia juga sudah beberapa kali bolak-balik ke kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) wilayah IV Palabuhanratu untuk mempertanyakan e-KTP, namun jawaban yang ia dari pihak UPTD, tak lain keterlambatan akibat blanko e-KTP habis.
"Terakhir tadi pagi ke UPTD, surat keterangan sementaranya malah di ganti yang baru. Alasanya blanko e-KTP habis. Terus kalau sudah ada e-KTP katanya nanti dihubungi," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Ternyata nasib serupa bukan hanya dialami Siti Royani. Beberapa orang di lingkungan keluarganya masih ada beberapa yang belum memiliki e-KTP dan masih menggunakan siket pengganti e-KTP.
"Suami juga sama belum punya e-KTP. Suket yang dibuat sekitar bulan September 2017 sampai sekarang belum diganti malah. Padahal kan dalam keterangannya suket itu berlaku hanya enam bulan sejak di terbitkan," pungkasnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan