Pencarian populer
PUBLISHER STORY
12 Mei 2019 11:35 WIB
0
1

Kisah Guru yang Kerepotan Dituduh Jadi Perekam Video 'Penggal Jokowi'

Seorang guru SDN Citamiang 1 Sukabumi, Agnes Kusuma Handari (53 tahun), bersama Kapolres Sukabumi Kota mengklarifikasi dugaan dirinya terkait viral video di media sosial. | Sumber Foto:CRP 1.

SUKABUMIUPDATE.com - Guru Sekolah Dasar Negeri Citamiang 1 Sukabumi, Agnes Kusuma Handari (53 tahun), yang viral di media sosial karena dituduh terlibat video ancaman terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat demonstrasi di Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin Jakarta, mendatangi Makopolres Sukabumi Kota, Minggu malam (12/5).

Kedatangan warga Perum Babakan Damai RT 28/10 Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi ini, untuk mengklarifikasi tuduhan keterlibatannya dalam video ancaman terhadap Jokowi. Didampingi suami dan Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro, Agnes mengatakan bukan perempuan berkacamata hitam yang ada dalam video viral tersebut.

"Pada Jumat, 10 Mei 2019 (saat ada aksi demontrasi di Bawaslu RI) saya sedang mengajar di SDN Citamiang satu. Jadi itu bukan saya jelas berbeda," ungkapnya.

Agnes juga membawa bukti, dua buah struk belanja di salah satu toko peralatan rumah tangga di Kota Sukabumi pada hari itu. "Seperti biasa, pulang mengajar saya belanja dan ini bukti pembayarannya juga ada," paparnya.

Agnes menyayangkan info media sosial ini terus menyebar, walaupun sudah coba diklarifikasi oleh rekan-rekannya sesama guru. "Sekali lagi saya tegaskan perempuan yang ada di dalam video tersebut bukan saya," tegasnya.

Susatyo menegaskan, Agnes datang secara sukarela untuk memberikan klarifikasi. "Ibu Agnes ini menyatakan pada Jumat mengajar di Sukabumi dan disertai dengan beberapa bukti dan saksi bahwa ia tidak di Jakarta," ujarnya.

Susatyo mengatakan kasus ini tetap diselidiki, khususnya oleh jajaran Polda Metro Jaya, untuk mengejar perempuan berkacamata yang terlibat dalam video penggal Jokowi tersebut.

"Sekali lagi saya meminta netizen untuk tidak menyebar informasi yang belum tentu benar. Ini ada nama baik orang lain yang terganggu akibat info di media sosial dan netizen," kata Susatyo.

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Minggu,19/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20