kumparan
KONTEN PUBLISHER
9 Agustus 2019 9:40

Tangis Keluarga Korban Warnai Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Amelia

43.jpg
Ibu Amelia, Siti Masriah (40) tak kuat menahan tangis saat berada di TKP pertama rekonstruksi pembunuhan Amelia, Jalan Baru Sukaraja, Jumat (9/8/2019). | Sumber Foto:Oksa BC
SUKABUMIUPDATE.com - Pihak keluarga tak kuat menahan tangis saat berada di lokasi rekonstruksi kasus pembunuhan Amelia Ulfah Supandi (22). Ibu Amelia, Siti Masriah (40), meminta agar pelaku pembunuhan Amelia dihukum seberat-beratnya.
ADVERTISEMENT
"Dihukum sesuai dengan perbuatannya. Kepada para penegak hukum, hukum yang seberat-beratnya saja untuk pelaku, kalau bisa dihukum mati," kata Masriah kepada sukabumiupdate.com, di lokasi rekonstruksi pertama Jalan Baru, Sukaraja, Jumat (9/8).
Pihak keluarga merasa kehilangan atas kepergian Amelia. Menurut Masriah, Amelia merupakan anak yang baik. "Bagaimana sakitnya kehilangan anak. Beliau itu anak yang salihah, penurut, harapan orang tua, tapi sekarang sudah tidak ada lagi," lirih Masriah.
Rekonstruksi pembunuhan Amelia dilakukan di dua tempat. Pertama dilakukan di Sukaraja yang merupakan Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersangka RH melakukan tindak asusila dan menghabisi nyawa Amelia. Setelah itu, rekonstruksi juga dilakukan di Jalan Sarasa, Cibeureum, Kota Sukabumi, tempat RH membuang jasad Amelia.
Kasus pembunuhan ini terjadi pada Minggu, 21 Juli 2019 malam. Jenazah gadis ini kemudian ditemukan di Jalan Sarasa, Cibeureum, Kota Sukabumi, pada keesokan harinya, Senin 22 Juli 2019, dalam keadaan setengah telanjang.
ADVERTISEMENT
Amelia merupakan warga Jalan Prof. Mohamad Yamin RT 02/09 Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Sebelum kejadian ini, alumni IPB ini berniat daftar untuk melanjutkan kuliah S1 di salah satu Perguruan Tinggi di Bogor. Dia pamit kepada keluarga untuk mendaftar kuliah pada Sabtu 20 Juli 2019.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan