Kementerian PUPR Bangun Bendungan Budong-budong di Sulbar, Target Rampung 2023

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai merintis pembangunan Bendungan Budong-budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Pembangunan bendungan dengan total anggaran Rp 1,24 triliun tersebut saat ini dalam proses lelang dan ditargetkan rampung pada tahun 2023.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Bendungan Budong-budong merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan untuk menambah jumlah tampungan air dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan air.
Kehadiran bendungan ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.
"Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani," ungkap Basuki, dalam rilisnya yang diterima Sulbar Kini, Selasa (18/8).
Bendungan Budong-budong dibangun Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu dengan kapasitas tampungan 65 juta meter kubik dalam rangka pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) seluas 3.500 hektare.
Bendungan ini diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam untuk lahan potensial sawah seluas 2.777 hektare, perkebunan kelapa sawit seluas 16.135,971 hektare, dan sawah eksisting seluas 230.907 hektare.
Secara administratif, Bendungan Budong-Budong berada di Desa Salulebo, Kecamatan Topoyo dengan daerah layanan meliputi Daerah Irigasi Tobadak, Sulobaja, Bambadaru, Salugatta, Tinali, Barakkang, dan Lembah Hada. Bendungan Budong-Budong akan dibangun dengan membendung Sungai Salulebbo yang merupakan anak sungai Budong-Budong.
Bendungan Budong-budong diproyeksikan memiliki potensi manfaat air baku sebesar 410 liter/detik. Selain untuk irigasi dan penyediaan air baku, pembangunan bendungan ini juga sangat diperlukan sebagai pengendali banjir untuk kawasan rawan bencana seperti di Kecamatan Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa.
