Heni Trash Hero Mamuju.jpg
8 Mei 2021 14:19

Kisah Heni Winarsih, Berjuang Menjaga Lingkungan dari Sampah Plastik

Kisah Heni Winarsih, Berjuang Menjaga Lingkungan dari Sampah Plastik (127877)
searchPerbesar
Heni Winarsih, berjuang membersihkan lingkungan dari sampah plastik bersama Komunitas Trash Hero Mamuju. Foto: Dok. Pribadi
Banyak cara yang bisa dilakukan dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya terkait masalah sampah plastik yang saat ini menjadi permasalahan besar. Tak hanya di Indonesia, tetapi di dunia.
ADVERTISEMENT
Salah satunya, seperti yang dilakukan Heni Winarsih (24 tahun). Melalui komunitas Trash Hero Mamuju, Heni Winarsih bergerak melalukan pembersihan sampah plastik (clean up) di tempat-tempat umum yang dilakukan sepekan sekali setiap hari Minggu.
Selain itu, dia juga melakukan edukasi ke sekolah, kampus, dan masyarakat tentang dampak sampah plastik jika tidak dikelola dengan benar. Apalagi jika sampah plastik dibakar yang bisa merusak kesehatan serta ekosistem yang ada di daratan, laut, dan sungai jika dibiarkan.
"Apalagi sampah plastik itu butuh puluhan tahun baru dapat terurai menjadi tanah. Belum lagi jika dimakan biota laut seperti ikan, bisa-bisa menyebabkan kematian," kata Heni, Jumat (7/5/2021).
Menurut dia, melalui Komunitas Trash Hero, dirinya juga bergerak untuk mengubah pola hidup dan melakukan edukasi ke masyarakat terkait sampah plastik. Salah satu kendala yang dihadapi yaitu masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahaya sampah plastik dan menganggap sampah plastik seperti sampah biasa yang tidak memberi pengaruh besar terhadap kelangsungan hidup.
ADVERTISEMENT
"Pemahaman itu yang perlu kita edukasi ke masyarakat. Untuk mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap sampah plastik itu biasa saja yang ternyata memiliki dampak yang sangat negatif terhadap lingkungan, itu yang agak susah. Mengubah pola pikir dan pandangan masyarakat yang menjadi tantangan kita," ucapnya.
Kisah Heni Winarsih, Berjuang Menjaga Lingkungan dari Sampah Plastik (127878)
searchPerbesar
Heni Winarsih aktif melakukan kegiatan bersih-bersih sampah plastik bersama Komunitas Trash Hero Mamuju. Foto: Dok. Pribadi
Heni mengaku banyak pihak-pihak yang merespons positif apa yang dilakukan relawan Trash Hero Mamuju seperti Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Stasiun Mamuju dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Mamuju.
"Justru mereka mendukung, salah satunya DLHK Mamuju beberapa kali kita join setiap ada kegiatannya bersih-bersih di anjungan Pantai Manakarra. Begitu juga BKIPM Stasiun Mamuju yang juga memiliki pemahaman yang sama dengan kita bahwa sama-sama punya niat untuk mengurangi penggunaan plastik," terangnya.
ADVERTISEMENT
Heni menambahkan, Trash Hero Mamuju fokus untuk mengedukasi, beraksi, dan mengubah pola pikir masyarakat tentang bahayanya sampah plastik.
"Mengolah itu bukan bagian dari orientasi kita, tetapi misalnya ada wadah yang bisa memfasilitasi kita akan lakukan itu. Tetapi sejauh ini memang belum ada kalau di Mamuju. Kita ngobrol-ngobrol dengan DLHK, mereka saja kewalahan. Bahkan ada gedung disediakan yang lengkap dengan alat mesin pencacah plastik dan sebagainya, itu pun tidak beroperasi dengan baik karena memang kekurangan SDM," tuturnya.
Heni menilai, Mamuju sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Barat, namun kesadaran masyarakatnya terkait kebersihan masih sangat kurang. Terbukti dengan masih banyaknya sampah di tempat-tempat umum.
"Kami sebagai relawan cukup membantu, tetapi apa gunanya juga kita bersihkan pagi, sorenya sudah ada lagi sampah. Sepertinya tidak memberi efek apapun. Bahkan sampah yang kita kumpulkan pun, tidak langsung diangkat oleh Dinas Kebersihan. Sepertinya respons pemerintah terhadap volunteer-volunteer kebersihan itu masih kurang, termasuk sosialisasi ke masyarakat," pungkasnya.
ADVERTISEMENT