kumparan
KONTEN PUBLISHER
15 November 2019 18:35

Kisah Rodiah, Dari Usaha Odong-odong Bisa Kuliahkan Ketiga Anaknya

Pengusaha odong-odong.jpg
Rodiah (47), sukses menyekolahkan ketiga anaknya hingga kuliah dari usaha odong-odong. Foto: Awal Dion/sulbarkini
Menjelang sore, sekitar pukul 15.00 WITA, odong-odong milik Rodiah (47) sudah stand by di Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat.
ADVERTISEMENT
Anjungan Pantai Manakarra yang menjadi salah satu lokasi favorit warga Mamuju untuk nongkrong dan bersantai memang mulai ramai sore hingga malam hari.
Rodiah berusaha memanfaatkan momen tersebut. Odong-odong yang disewakannya pun menarik minat anak-anak yang berkunjung bersama orang tuanya.
"Kami buka mulai pukul 15.00 WITA hingga pukul 23.00 WITA pas anjungan sedang ramai," kata Rodiah, Jumat (15/11).
Odong-odong Mamuju 2.jpg
Seorang anak menikmati naik odong-odong. Foto: Awal Dion/sulbarkini
Untuk naik odong-odong, Rodiah kenakan tarif Rp 15 ribu dengan durasi 3 menit. Selain odong-odong, Rodiah juga menyiapkan permainan lainnya, yakni mainan pancing ikan dan kincir-kinciran. Sekali main dia kenakan tarif Rp 15 ribu.
Ia mengaku bisa meraup penghasilan Rp 200 ribu dalam setengah hari tersebut.
"Tapi kalau lagi pas ramai, seperti tahun baru dan ada kegiatan di Anjungan, bisa sampai tiga kali lipat penghasilan," ujarnya.
Odong-odong Mamuju 1.jpg
Sekali naik odong-odong, Rodiah kenakan tarif Rp 15 ribu untuk durasi 3 menit. Foto: Awal Dion/sulbarkini
Dari usaha odong-odong yang sudah dilakoninya selama 4 tahun itu, Rodiah mengaku bisa menyekolahkan ketiga anaknya hingga ke perguruan tinggi.
ADVERTISEMENT
Anak pertama dan keduanya sementara kuliah di Samarinda, Kalimantan Timur, sementara anaknya yang ketiga kuliah di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Mamuju.
"Kalau suami, dia punya usaha pembuatan dan pasang stiker. Biasa juga buat tambahan penghasilan bawa mobil pikap kalau ada yang sewa untuk angkut barang bagi yang pindah kos," tandasnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan