Mayat Dibakar di Maros: Motif Hubungan Sejenis, Dipicu Rasa Cemburu Satu Pelaku

Konten Media Partner
17 Juni 2021 18:58
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mayat Dibakar di Maros: Motif Hubungan Sejenis, Dipicu Rasa Cemburu Satu Pelaku (380184)
zoom-in-whitePerbesar
Polda Sulsel menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan dan pembakaran mayat yang ditemukan di Maros. Foto: Dok. Humas Polda Sulsel
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan mengungkap kasus pembunuhan disertai pembakaran mayat yang ditemukan warga di Kampung Tompo Ladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Jumat (11/6/2021) lalu.
ADVERTISEMENT
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam, mengungkapkan, kasus ini melibatkan sembilan orang pelaku, masing-masing MA (19), DAS (19), FS (16), seorang wanita H (23), AP (19), TH (22), AI (17), MAN (16), dan satu orang masih buron bernama Dion.
Korban diketahui berinisial R (20) yang beralamat di Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel. Dalam konferensi persnya di Mapolda Sulsel, Merdisyam membeberkan pembunuhan yang disertai pembakaran mayat korban dan dibuang di Maros ini dipicu hubungan sejenis antara pelaku MA dan korban.
"Motif dalam kasus ini yakni salah seorang pelaku, MA, cemburu dan sakit hati karena korban mempunyai hubungan sesama jenis dengan lelaki lain," ungkap Merdisyam.
Dikatakan, korban awalnya dijemput oleh pelaku MA dan saksi AI di rumah korban di Gowa pada Selasa (8/6/2021). Korban setuju dan meminta pelaku meminta izin ke kakak korban dengan alasan hendak ke Malino. Pelaku sebelumnya mengajak korban untuk bertemu di salah satu hotel di Makassar.
ADVERTISEMENT
Dari rumah korban, lanjut Merdisyam, mereka lalu menuju hotel di Makassar dengan motor. Dalam perjalanan, pelaku mengambil HP korban dan melihat isi percakapan korban di WA dan FB yang berakibat pelaku MA cemburu.
"Pelaku, saksi, dan korban tiba di TKP di Hotel Wisata II pukul 21.00 WITA, namun saksi AI kembali ke tempat kerjanya. Pelaku MA, DAS dan korban masuk ke hotel dan menuju kamar 405, dan di sana sudah ada Dion dan 2 orang laki laki," ungkap Merdisyam.
Dia menyebutkan, pelaku MA dan korban sempat melakukan hubungan seks sejenis sekitar pukul 02.00 WITA pada Selasa (8/7/2021) saat pelaku lainnya Dion dan 2 teman lelaki lainnya tertidur.
"Pada pukul 05.00 WITA, terjadi pengeroyokan terhadap korban oleh pelaku MA dan rekan-rekannya. Sekitar pukul 09.00 WITA, korban dibawa pelaku MA, Dion, DAS, ke rumah pelaku H di Jalan Sungai Limboto Makassar dengan taksi online, di sana korban mencoba melarikan diri dan membuat pelaku MA marah dan menganiaya korban dengan tangan kosong dan ikat pinggang," sebut Merdisyam.
ADVERTISEMENT
Usai penganiayaan itu, korban diketahui meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WITA, Kamis (10/6/2021). Untuk menghilangkan jejak, para pelaku awalnya berencana membawa mayat korban ke Sulawesi Tengah, namun terkendala biaya dan lokasi yang jauh.
"Pada Jumat, tanggal 11 Juni 2021 pukul 04.00 WITA, dengan menggunaan mobil rental merek Mobilio, para pelaku membawa jasad korban ke Camba. Sebelumnya mereka singgah di Alfamidi membeli dua botol air mineral dan botolnya diisi 2 bensin yang dibeli di Moncong Loe," jelas Merdisyam.
"Setiba di Kampung Tompo Ladang, Mallawa, Maros, para pelaku menurunkan jasad korban di pinggir jalan dan membakarnya. Para pelaku kemudian kembali ke rumah H. Pada pukul 11.30 WITA, pelaku DAS sempat mengecek kembali ke lokasi mayat," bebernya.
ADVERTISEMENT
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E. Zulpan, menerangkan modus operandi pelaku yaitu menemui korban di rumahnya di Gowa lalu dibawa di hotel Wisata Makassar yang mana pelaku lainnya, DAS, AP TH, AI, dan MAN sudah berada di salah satu kamar di hotel tersebut.
"MA berhubungan seksual sesama jenis dengan korban, kemudian pelaku lainnya DAS, AP, TH, AI, dan MAN beralibi korban adalah pelaku pencurian HP di Hotel Wisata, lalu mereka melakukan kekerasan terhadap korban hingga korban pendarahan di kepala, wajah dan badan. Setelah itu korban dibawa ke rumah H, di Jl Sungai Limboto, lalu disekap, dan pelaku MA kembali memukul korban dengan tangan kosong dan ikat pinggang hingga meninggal dunia," urai Zulpan.
ADVERTISEMENT
"Setelah korban meninggal dunia, pelaku MA, DAS, H, dan FS sepakat menghilangkan jejak korban di daerah Camba Maros dan membakar jasad korban," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020