kumparan
18 Sep 2019 21:41 WIB

Musim Kemarau, Petani di Mamuju Alami Gagal Panen

Tanah persawahan di Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, pecah-pecah karena kekeringan. Foto: Awal Dion/SulbarKini
Musim kemarau yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia turut berdampak pada pertanian. Akibat hujan yang tidak pernah turun sejak tiga bulan terakhir, sejumlah petani di Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengalami gagal panen.
ADVERTISEMENT
Padi milik mereka yang sudah berbuah mengering, bahkan tanah persawahan pecah-pecah karena kekeringan.
Umar (50), warga Desa Beru-beru mengaku mengalami gagal panen musim ini. Menurutnya, sudah sekitar tiga bulan tak pernah turun hujan. Sementara Sungai Guliling yang berada di Desa Pokkang yang diandalkan petani untuk mengairi sawahnya juga mengalami kekurangan debit air karena musim kemarau.
"Kerugian sekitar Rp 5 juta, mulai dari membajak, menanam semuanya kita upah. Belum lagi harga obat-obatan dan pupuk. Ini belum termasuk padi yang gagal panen," kata Umar, Rabu (18/9).
Karena tak bisa bertani, Umar memilih beralih profesi sementara untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Untuk saat ini jual buah-buahan, seperti semangka, pepaya, dan ubi jalar," ujarnya.
Akibat musim kemarau, lahan pertanian mengalami kekeringan. Foto: Awal Dion/SulbarKini
Kondisi yang sama juga terjadi di dua kecamatan di Mamuju, yakni Bonehau dan Kalumpang. Menurut Suardi Y Kutana, warga Desa Kalumpang, petani di dua kecamatan tersebut juga mengalami gagal panen akibat musim kemarau.
ADVERTISEMENT
"Khususnya petani di Desa Kondobulo, Kecamatan Kalumpang, yang dikerja pada tahun 2016 melalui program percetakan sawah juga mengalami gagal panen," kata Suardi.
Penulis : Awal Dion | Editor : Sapriadi
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan