Viral TKW Asal Sulbar Mengaku Disiksa di Bahrain, Minta Tolong Lewat Facebook

Konten Media Partner
26 Maret 2021 21:23
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Viral TKW Asal Sulbar Mengaku Disiksa di Bahrain, Minta Tolong Lewat Facebook (136708)
zoom-in-whitePerbesar
Unggahan facebook Suryana Haryanti melalui akun Facebook-nya, Nasyfa Syakila Anha Irenk. Foto: Dok. Istimewa
Unggahan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, bernama Suryana Haryanti (33 tahun) viral di media sosial Facebook.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya melalui akun Facebook miliknya, Nasyfa Syakila Anha Irenk, Suryana membagikan kisahnya yang mengaku mendapatkan siksaan sebagai TKW di Bahrain.
"Tolong saya, saya di sini menderita, mau ka pulang. Saya seorang TKW, tolong siapapun yang melihat postingan saya kumohon hubungi keluarga saya sebelum saya mati di sini di Bahrain. Tolong, tolong, saya. Mungkin ini status terakhir saya, tolong," tulis Suryana di akun Facebook miliknya.
"Saya sakit tapi masih disiksa kerja sampai saya tak berdaya, sampai saya sesak napas dan hampir kehilangan nyawa karena sesak napas. Tapi mereka semua melihat-lihatku saja dan malah melewati saya sambil muka marah dan cuek. Saya sambil minta tolong sama mereka semua, tapi malahan dia lihat-lihati saya," unggah Suryana pada postingan lainnya dengan ejaan yang disesuaikan.
ADVERTISEMENT
"Tolong, saya ndak punya jaringan karena wifi-nya dimatikan supaya tidak bisa menelepon keluarga, tapi saya tetap menulis status berharap ada keajaiban Tuhan yang bisa mengirim status saya ini. Tolong siapapun yang melihat postingan saya, hubungi keluarga saya dan polisi karena kalau tidak saya bisa mati di tangan mereka semua yang tak punya hati dan belas kasihan," sambungnya.
Indra, salah seorang sahabat SMA Suryana, membenarkan hal tersebut. Indra mengaku masih sempat video call melalui WhatsApp dengan Suryana sekitar sekitar pukul 13.00 WITA, Jumat (26/3).
"Sempat video call selama lima menit karena saya ingin tahu kabarnya. Tapi dia tidak bicara, dan memberi isyarat supaya diam dan tidak ribut. Dia sepertinya tertekan dan sempat menangis," kata Indra, kepada Sulbar Kini melalui sambungan telepon, Jumat malam.
Viral TKW Asal Sulbar Mengaku Disiksa di Bahrain, Minta Tolong Lewat Facebook (136709)
zoom-in-whitePerbesar
Suryana Haryanti saat dihubungi melalui video call oleh temannya di Polewali Mandar, Indra. Foto: Dok. Istimewa/SulbarKini
Menurut Indra, Suryana baru bekerja sebagai TKW di Bahrain sekitar sebulan. Suryana yang memiliki tiga orang anak dan seorang suami di Polewali Mandar ini berangkat ke Bahrain melalui Jakarta.
ADVERTISEMENT
"Sempat ikut kursus di Jakarta selama sekitar dua minggu sebelum berangkat ke Bahrain. Saya juga tidak tahu bagaimana awalnya bisa berangkat, nanti di Jakarta baru kirim kabar melalui video call," jelasnya.
Indra menjelaskan, Suryana yang menyelesaikan pendidikan keperawatan di Mamuju sempat bekerja sebagai perawat di salah satu Puskesmas di Polman sebelum memutuskan menjadi TKW.
"Iya, dia minta tolong. Terakhir saya kirimkan chat sekitar pukul 8 malam (20.00 WITA), terkirim tapi belum dibaca," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sulawesi Barat, Bahtiar, menyatakan pihaknya masih mencari kebenaran kabar TKW yang diduga disiksa di Bahrain. Dia menduga Suryana berangkat ke Bahrain sebagai TKW tidak melalui perusahaan jasa tenaga kerja resmi.
"Diduga dia berangkat ilegal karena tidak ada data-datanya di Disnaker. Kami tentunya akan menindaklanjuti dengan menyurat ke BP2MI Sulawesi Selatan yang membawahi Sulawesi Barat. Kami juga menyarankan pihak keluarga melapor ke pihak yang berwajib sehingga bisa ditindaklanjuti bersama-sama," ucap Bahtiar, saat mendatangi rumah keluarga Suryana.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020