Honorer Pemkab Simalungun Minta Agar Bupati Ditangkap

Konten Media Partner
29 November 2018 15:59 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Honorer Pemkab Simalungun Minta Agar Bupati Ditangkap
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
MEDAN, SumutNews.com | Ratusan tenaga honorer Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara menggelar unjuk rasa di Mapolda Sumut, Kamis (29/11/2018).
ADVERTISEMENT
Para tenaga honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Simalungun Berjuang (FHSB) ini, meminta Polda Sumatera Utara untuk menangkap Bupati Simalungun, Jopinus Ramli (JR) Saragih.
Mereka menilai, sang Bupati yang terjerat kasus dugaan penggunaan ijazah palsu saat mendaftarkan sebagai calon Gubernur Sumut pada Pilkada lalu, hingga kini belum menemui titik terang.
Selain itu, massa juga menilai, Bupati juga telah melakukan kesewenangan terhadap honorer. Dimana, gaji dipotong 50 persen yang dari awal Rp2 juta menjadi Rp1 juta.
"Ini bentuk penindasan yang dilakukan JR Saragih. Katanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak mencapai target," kata koordinator aksi Ganda Silalahi.
Selain pemotongan gaji, para pegawai juga dipungut biaya yang tidak jelas peruntukannya.
"Setiap tahunnya mereka harus menyetor kepada kedinasan mulai dari Rp15 juta sampai Rp20 juta. Katanya untuk perpanjangan kontrak," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, massa meminta agar Bupati Simalungun ditangkap, agar adanya perubahan yang lebih baik di Simalungun.
Pihak Polda Sumut sendiri telah menerima aspirasi para pengunjuk rasa dan akan mempelajari kasusnya.