kumparan
19 Sep 2019 19:45 WIB

Kabut Asap, Warga Riau Banyak yang Mengungsi ke Medan

MEDAN, SumutNews.com | Kabut asap yang terjadi di Riau membuat masyarakat disana pergi ke Medan.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini membuat jumlah penumpang bus mengalami peningkatan. Peningkatan penumpang terlihat di pool bus yang ada di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (19/9/2019).
Karyawan CV Makmur Viktor Butar-butar mengakui adanya peningkatan penumpang dari Riau menuju Medan. "Ada peningkatan penumpang sekitar 10 persen," katanya.
Berdasarkan laporan dari supir bus, asap karhutla membuat jarak pandang menjadi pendek. Jika biasanya 200 meter, kini tinggal 50 meter. Sehingga supir harus berjalan lebih perlahan-lahan.
"Tentunya itu mempengaruhi waktu tempuh. Lebih setengah atau sejam dari biasanya," ujarnya.
Beberapa penumpang yang turun dari bus masih menggunakan masker. Dimana, masker itu digunakan sejak keberangkatan dari Pekanbaru.
"Ya, asap di sana tebal. Jadi harus pakai masker,” ujar seorang penumpang sembari mengangkat barang bawaannya.
Salah seorang penumpang Yehezkiel (33) warga Desa Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, mengaku membawa istri dan anaknya yang masih berumur 8 bulan lantaran tidak tahan dengan semakin pekatnya asap kebakaran hutan dan lahan di Riau.
ADVERTISEMENT
Kebun kelapa dan kelapa sawitnya seluas 2 hektare untuk sementara ditinggalkannya karena tidak tega melihat anaknya yang sebelumnya lasak (aktif), namun sejak terjadi karhutla anaknya sakit batuk dan sering muntah-muntah.
"Kasian dia, jadi lemes gini. Biasanya lasak. Tapi masih minum obat dia. Kemarin sempat dibawa ke mantri di sana. Mudah-mudahan sembuh lah di sini," jelasnya.
Ia mengatakan, masih banyak warga yang memilih bertahan di lokasi karena mata pencaharia satusatunya dari perkebunan.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan