kumparan
10 Mar 2019 14:48 WIB

Ketika Kata Lebih Tajam Dari Pedang: Etika Bertengkar Dengan Pasangan

Ilustrasi
MEDAN, SumutNews.com | Berbeda pendapat dengan pasangan memang hal yang paling lazim terjadi dalam sebuah hubungan. Mulai perdebatan kecil, hingga pertengkaran hebat. Saat anda berbeda pendapat dengan pasangan, itulah sebenarnya moment dimana kesabaran dan keegoisan anda harus benar-benar dikuasai.
ADVERTISEMENT
Masing-masing pihak biasanya akan mempertahankan pendapat dan pendiriannya dengan segala cara. Tak perduli cara itu akan tidak bisa diterima atau bahkan akan menyakiti pasangannya. Perbedaan pendapat wajar terjadi dalam sebuah hubungan, karena ada dua kepala dengan isi yang berbeda.
Nah, saat sedang bertengkar dengan pasangan, sebaiknya perhatikan beberapa etika berikut ini :
1. Tetap fokus pada inti masalah yang saat itu dihadapi
Tak jarang, ketika terjadi sebuah pertengkaran; dari satu masalah akhirnya merembet kemana-mana. Masing-masing pihak berusaha mengungkit kesalahan yang pernah dilakukan pasangannya. Cara ini justru akan tambah memperkeruh suasana dan tak akan menghasilkan solusi apa pun.
2. Jangan sekali-kali mengungkit apa yang pernah anda beri atau korbankan untuk pasangan
ADVERTISEMENT
Seringkali ketika terjadi sebuah pertengkaran, ada pihak yang melakukan hal ini. Sebaiknya jangan lakukan kecuali anda ingin pasangan anda menilai semua pemberian anda sebenarnya tidak anda berikan secara ikhlas.
3. Stabilkan emosi, baru berbicara
Tunggulah hingga emosi anda stabil, lalu utarakan kepada pasangan. Berbicara saat emosi memuncak hanya akan membuat jantung anda semakin terpacu untuk mengeluarkan emosi.
4. Jangan gunakan kata-kata kasar kepada pasangan
Seringkali ketika terjadi sebuah pertengkaran, kata-kata kasar dan makian terucap secara tidak sengaja. Akhirnya menyakiti pasangan dan membawa penyesalan di kemudian hari. Aturlah kata-kata yang keluar dari mulut anda. Terkadang, kata-kata bisa lebih tajam menusuk dan menyakiti ketimbang pedang yang paling tajam sekali pun.
5. Jangan bertengkar di depan anak-anak
ADVERTISEMENT
Sadarilah, secara psikologis anak-anak akan menirukan apa yang dilakukan orang tuanya. Kecuali anda ingin anak-anak anda kelak juga menjadi kasar, maka hindarilah bertengkar di depan mereka.
6. Jangan saling mendominasi pertengkaran
Tak jarang ada pasangan yang bertengkar hebat dan tak ada yang mau mendengarkan. Ini biasanya justru memicu perpecahan dan perpisahan. Saat salah satu berbicara sebaiknya yang lainnya mendengarkan dan lakukan secara bergantian.
7. Penyesalan selalu datang terlambat
Pernahkah anda merasa sangat menyesal setelah bertengkar hebat dengan pasangan? Dan ketika anda meminta maaf, hal itu sudah tidak ada gunanya lagi. Berfikirlah baik-baik sebelum mengumbar emosi anda dan semuanya menjadi terlambat.
Content Writer: Agoez Perdana
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan