News
·
14 Januari 2021 20:06

Kurir 25 Kg Sabu Asal Pasuruan Tewas Ditembak di Medan

Konten ini diproduksi oleh SUMUT NEWS
Kurir 25 Kg Sabu Asal Pasuruan Tewas Ditembak di Medan (235732)
Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin memaparkan kasus peredaran 26,9 Kg sabu di Medan. Foto : Sumut News
MEDAN | Empat orang tersangka kasus peredaran 26,9 kg sabu ditangkap jajaran Satresnarkoba Polrestabes Medan pada Senin (11/1). Satu orang tersangka warga Pasuruan, Jawa Timur tewas ditembak karena melawan saat ditangkap. Sebelumnya, polisi juga menangkap 3 tersangka lainnya.
ADVERTISEMENT
Saat konferensi pers di depan ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan, pada Kamis (14/1) sore, Kapolda Sumut, Martuani Sormin menjelaskan 4 tersangka itu berinisial ESR (23) dan RS (20), warga Desa Jumpa Glumpang, Matangkuli, Aceh Utara, serta FS (20), warga Lhoksukon, Aceh Tenggara pada pada Senin (11/1) sekitar pukul 04.00 WIB.
Ketiga tersangka ditangkap di sebuah hotel di Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Sei Belutu, Medan. "Dari tangan ketiga tersangka, petugas menyita 22 bungkus plastik berisi sabu-sabu dengan berat 1.900 gram. Inilah barang yang mereka bawa ke Jakarta, dimasukkan ke dalam sepatu," jelasnya.
Dari pengembangan ketiga tersangka, pihaknya menemukan ada bandar yang lebih besar yang memiliki kurir bernama Surur (31). Warga Desa Klampisrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur itu disergap di depan sebuah hotel di Jalan Sisingamangaraja, Senin (11/1) sekitar pukul 18.00 WIB.
ADVERTISEMENT
Dari tangannya disita 25 bungkus plastik teh Cina berisi sabu-sabu dengan berat 25 Kg. Surur sempat melakukan perlawanan saat penangkapan itu. "Orang dari luar Sumut jemput langsung. Kita menduga ini untuk mengurangi biaya sekaligus untuk demi kerahasaian. Kebetulan yang berangkat ini dari Jawa Timur, Surabaya untuk membawa 25 kg sabu," katanya.
Namun, saat penangkapannya, Surur menyerang petugas dengan cara memukul menggunakan borgol dan hendak merampas senpi milik petugas sehingga dilakukan tindakan tegas, keras, tepat dan terukur sehingga Surut meninggal dunia. Menurut Martuani, jika dalam pengungkapan itu ada yang mengancam dan membahayakan keselamatan jiwa petugas, pihaknya akan tidak akan segan-segan.
"Apabila dalam pelaksanaannya ada yang mengancam dan membahayakan jiwa petugas, maka sesuai instruksi saya, dilakukan tindakan tegas keras dan terukur," katanya.
ADVERTISEMENT
Dijelaskannya, dalam kasus ini, Eko, Reza dan Faisal dikenakan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Mereka terancam hukuman 20 tahun penjara," ujarnya. | SUMUT NEWS