kumparan
18 Februari 2020 15:08

Atletico Madrid vs Liverpool: Kisah Ban Kapten 'We'll Never Walk Alone' Torres

PTR, Fernando Torres di Liverpool
Fernando Torres di Liverpool FC. Foto: ANDREW YATES / AFP
Liga Champions telah kembali. Pertandingan babak 16 besar musim 2019/20 bakal segera digelar. Laga Atletico Madrid vs Liverpool menjadi salah satu yang dinanti.
ADVERTISEMENT
Namun, pertandingan yang berlangsung pada Rabu (19/2/2020) dini hari WIB itu bukan cuma perkara duel antara tim tangguh dari Premier League dan tim kuat dari La Liga. Lebih dari itu, laga tersebut memiliki makna tersendiri bagi pria bernama Fernando Torres.
Well, kalian mungkin masih ingat dengan sosok yang memutuskan pensiun sebagai pesepak bola profesional pada 2019 itu. Namanya, wajahnya, aksinya mungkin masih segar dalam ingatan kalian.
Terlebih, jika kalian adalah penggemar The Reds ataupun pendukung El Atleti. Memori tentang Fernando Torres bakal terekam dalam benak, baik itu yang baik-baik maupun yang bikin pedih.
Bagi Torres, Atletico adalah klub favoritnya. Lebih dari itu, dia menganggap Atletico sebagai rumahnya, hidupnya, bahkan segalanya.
ADVERTISEMENT
Bersama Atletico, Torres memulai semuanya. Mulai dari menimba ilmu di akademi klub (1995-2001) hingga melakoni debut profesionalnya pada 2001. Bahkan Atletico adalah klub Eropa terakhir yang dibelanya sebelum pindah dan pensiun di klub Jepang, Sagan Tosu.
Akan tetapi, ada klub lain yang dianggap juga mengisi hati Torres. Klub itu adalah Liverpool FC, klub yang mewakili sebuah kota pelabuhan di Britania Raya.
Fernando Torres
Torres berpisah dengan Atletico. Foto: Reuters/Juan Medina
Pada 23 April 2007, menurut lansiran Mirror, Torres menjadi kapten dan memimpin rekan setimnya di Atletico kala berlaga melawan Real Sociedad. Namun pada momen itulah terjadi insiden yang membuat orang meyakini bahwa Torres juga menyukai Liverpool.
Ban kapten yang ia dikenakan sempat copot akibat dirinya berbenturan dengan pemain Real Sociedad. Ternyata, ada sebuah kalimat yang tertulis di sisi dalam ban kaptennya: "We'll Never Walk Alone".
ADVERTISEMENT
Namun, ada juga orang yang menganggap tulisan itu adalah "You'll Never Walk Alone". Tak pelak, banyak orang mengira bahwa Torres adalah penggemar Liverpool. Ditambah lagi, Torres merapat ke kubu 'Merseyside Merah' pada bursa transfer musim panas 2007.
Pada masanya, Torres sempat menjadi pujaan publik Anfield. Para pendukung bahkan memiliki lagu khusus untuknya yang berkaitan dengan ban kapten itu. Akan tetapi, sebenarnya apa, sih, alasan Torres mengenakan ban kapten itu?
Jadi begini. Kalau menurut lansiran Mirror, Torres itu punya semacam geng pertemanan. Untuk menjaga keakraban, mereka sepakat menjadikan kalimat "We'll Never Walk Alone" sebagai simbol pertemanan.
Namun, kenapa harus kalimat itu? Entahlah. Satu hal yang pasti, Torres dan teman-temannya ini akrab banget, sering makan hingga main bareng. Jadi, mungkin kalimat itu lebih kepada ikatan kebersamaan saja.
ADVERTISEMENT
“Semua teman baikku memiliki tato [We'll Never Walk Alone] di lengan mereka. Mereka menyarankanku untuk melakukan hal yang sama. Aku bilang bahwa aku tidak bisa [karena masih membela Atletico Madrid]," ujarnya pada 2009, dilansir Mirror.
Torres takut dianggap sebagai pengkhianat jika melakukannya karena kalimat itu mirip dengan jargon Liverpool. Akhirnya, teman-temannya menemukan solusi untuk menjaga kekompakkan mereka, yakni dengan menghadiahi Torres ban kapten bertuliskan "We'll Never Walk Alone".
Fernando Torres
Plakat spesial untuk Torres di hari perpisahannya dengan Atletico Madrid. Foto: Reuters/Juan Medina
“Aku memberikan ban kapten itu kepada kitman Atletico, yang menyimpannya dengan jersi tim. Ketika ban kapten itu copot di laga kontra Sociedad, seorang fotografer bermata elang memotretnya dan aku langsung dikait-kaitkan dengan Liverpool," kisahnya.
Torres belum memiliki cita-cita atau sekadar terlintas pemikiran untuk membela Liverpool. Meski begitu, dia menjadikan momen itu sebagai pertanda untuk langkah karier sepak bolanya selanjutnya.
ADVERTISEMENT
“Mungkin hari itu aku mengambil langkah pertama menuju Anfield atau mungkin itu karena aku sudah berbagi sesuatu dengan Liverpool," ujarnya.
"Aku mengidentifikasi nilai-nilai yang mendefinisikan klub: Kerja keras, perjuangan, kerendahan hati, pengorbanan, usaha, keuletan, komitmen, kebersamaan, persatuan, kepercayaan, keinginan untuk maju, mengatasi semua hambatan," lanjutnya.
Fernando Torres di Liverpool
Fernando Torres di Liverpool FC. Foto: PAUL ELLIS / AFP
Namun sayang, akhir ceritanya di Anfield tidaklah manis. Torres yang tadinya dipuja-puja berubah menjadi Torres yang dihujani caci-maki oleh pendukung Liverpool karena bergabung dengan Chelsea pada Januari 2011. Ya, dia berkhianat.
Meski begitu, jejak Torres selamanya bakal terukir dalam sejarah Liverpool dan juga Atletico Madrid. Selamanya tak bakal terbilas, meski disiram dengan air kebencian sebanyak apa pun juga.
Dalam laga Liga Champions dini hari nanti, Torres dijadwalkan bakal hadir di Wanda Metropolitano. Kali ini, dia tidak menjadi pemain, melainkan sekadar sebagai penonton. Kira-kira, klub mana, ya, yang bakal didukungnya?
ADVERTISEMENT
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini.
Bagi yang mau nonton langsung siaran Liga Inggris, bisa ke Mola TV; dan bagi yang ingin merasakan kemeriahan Nobar Supersoccer, bisa cek list schedule-nya di SSCornerID. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan