Kumparan Logo
Alisson Becker, Liverpool
Alisson Becker, kipper andalan Liverpool.

Benarkah Alisson Becker Alasan Utama Liverpool Bakal Juarai Premier League?

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alisson Becker saat meraih Yachine Trophy 2019. Foto: REUTERS/Christian Hartmann
zoom-in-whitePerbesar
Alisson Becker saat meraih Yachine Trophy 2019. Foto: REUTERS/Christian Hartmann

Dari masa ke masa, manusia selalu memiliki perkara untuk diperdebatkan. Segala hal bisa dijadikan bahan adu pendapat, mulai dari apa pusat alam semesta hingga siapa pahlawan Liverpool di Premier League 2019/20. Soal yang terakhir, mungkinkah Alisson Becker jawabannya?

Well, itu opininya Gary Neville, sih. Eks kapten Manchester United itu meyakini peran Alisson di Liverpool lebih vital dibandingkan pemain lain, termasuk Virgil van Dijk--bek yang menjadi runner up dalam voting Ballon d'Or 2019.

"Aku pikir, Alisson-lah yang telah membuat Liverpool bisa menjuarai liga," Neville dikutip oleh media Inggris, dilansir Goal International.

"Saat orang menyebut Van Dijk punya peran vital, menurutku itu ada benarnya. Namun, mengingat ke dua atau tiga tahun silam, aku pernah mengkritisi kiper-kiper Liverpool," terang pundit yang dulunya seorang bek itu.

embed from external kumparan

Sebelum kiper asal Brasil itu datang ke Anfield, posisi bawah mistar Liverpool diperebutkan oleh Simon Mignolet dan Loris Karius. Nama terakhir adalah kiper yang membuat The Reds kalah dari Real Madrid di final Liga Champions 2017/18, sedangkan yang satunya lagi juga tak lebih 'super'.

Situasi itu juga berpengaruh ke performa tim di Liga Inggris. Bayangkan, pada Premier League 2017/18, Liverpool adalah tim terproduktif kedua, dengan raihan 84 gol. Namun, mereka cuma finis di peringkat empat.

Loris Karius. Foto: AFP/Paul ELLIS
Simon Mignolet. Foto: Alex Livesey/Getty Images

Kenapa? Salah satu penyebabnya karena mereka kebobolan 38 gol, lebih banyak dari Manchester United (28 gol, kiper utamanya David de Gea) dan Tottenham Hotspur (36 gol, kiper utamanya Hugo Lloris).

"Namun begitu Allison datang, aku melihatnya sama seperti [Peter] Schmeichel di Manchester United, lalu masa di mana kami berjaya bersama [Edwin] Van der Sar," terang Neville.

"Jika Anda punya kiper yang tenang, berwibawa, dan andal menyelamatkan banyak tembakan ke gawang; impaknya terhadap kepercayaan diri seluruh tim benar-benar luar biasa," jelasnya.

Peter Schmeichel. Foto: AFP
Edwin van der Sar. Foto: AFP/Andrew Yates

Ya, kejayaan The Red Devils memang tak pernah lepas dari kehadiran sosok kiper kelas dunia di bawah mistar mereka. Dua nama tadi adalah contohnya. Keduanya adalah alasan Man United dulu selalu diperhitungkan jadi kandidat juara Premier League dan Liga Champions setiap musimnya.

Namun, apakah benar kiper adalah pusat dari segala kesuksesan klub sepak bola? Bagaimana jika logikanya di balik?

Maksudnya, begini. Kita bicara soal Man United dulu, deh. Sepakati dulu, terlepas dari segala perdebatan, David de Gea sekarang adalah kiper terbaik Man United. Oke?

Apakah kehadirannya bisa membuat Man United jadi tim langganan kandidat juara seperti dulu? Enggak, kiper Timnas Spanyol itu saja tak cukup menyelamatkan Man United dari kelamnya awan medioker yang kini masih menyelimuti mereka. Masalahnya lebih kompleks.

David de Gea. Foto: REUTERS/Andrew Yates
Alisson Becker. Foto: REUTERS/Phil Noble

Begitu juga Alisson di Liverpool. Fokus ke Premier League musim ini, eks kiper AS Roma itu sudah 20 kali turun laga dan mencetak 12 kali nirbobol, dengan jumlah kebobolan cuma 11. Impresif.

Ketika Alisson absen karena cedera dan kartu merah, Jordan Henderson dan kolega hanya bisa mencatatkan dua kali nirbobol dari sembilan laga. Kontras.

Akan tetapi, perlu dicatat, armada Juergen Klopp mampu menyapu bersih sembilan laga tersebut. Artinya, ada faktor kolektivitas yang berada di atas elemen individual dalam kasus Liverpool--dan juga Man United.

Jadi, kesimpulan kami, Alisson benar merupakan kepingan penting dalam kesuksesan Liverpool di Premier League 2019/20. Walau begitu, kehadirannya sendiri tak cukup untuk menjadikan Liverpool juara. Kolektivitas tim yang berlandaskan analisis ciamik adalah faktor paling krusial.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.

collection embed figure