Kala Evra Terima Surel Permohonan Maaf Bos Liverpool soal Aksi Rasialis Suarez

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

Pada 15 Oktober 2011, laga Liverpool vs Manchester United ternoda. Pasalnya, Luis Suarez melontarkan kata-kata bernada rasialis kepada Patrice Evra dalam laga yang dihelat di Anfield itu.
Singkat cerita, Suarez dinyatakan bersalah dan didenda 40.000 poundsterling oleh FA. Penyerang asal Uruguay itu pun mendapat larangan bermain 8 laga di semua kompetisi Inggris.
Namun, hukuman itu tak cukup membuat si bek asal Prancis puas. Bukan masalah durasi hukuman atau dendanya, melainkan sikap The Reds yang terang-terangan memberikan dukungan kepada penyerang yang kini membela Barcelona itu.
"Aku ingat setelah itu, Liverpool mengenakan kaus bertuliskan 'Support Suarez'. Dia telah dihukum karena aksi rasialis, telah didenda juga, tetapi mereka mendukungnya seperti itu. Aku bingung dan kesal," kata Evra kepada podcast resmi Manchester United, dilansir Goal International.
Evra mengaku telah menerima permohonan maaf langsung dari personel Liverpool, meski dia harus menunggu hingga delapan tahun kemudian. Jamie Carragher-lah yang mengatakannya pada tahun 2019.
"Saat aku melakukan punditry di Sky, Jamie Carragher meminta maaf setelah delapan tahun. Aku sangat terkejut. Dia bilang mereka membuat kesalahan besar (kaus 'Support Suarez') kala itu dan dia meminta maaf," terang pria 38 tahun itu.
"Itu benar-benar menyentuhku dan sekarang aku akan menghormati Liverpool sebagai klub sepak bola. Kalau dulu, ketika itu (dukungan untuk Suarez) terjadi, aku benar-benar kecewa dengan mereka," lanjutnya.
Enggak cuma Carragher, tahun ini, Evra juga mengaku telah menerima surel dari Chairman Liverpool. Isinya, ya, soal permintaan maaf terkait aksi Suarez 9 tahun silam itu.
"Aku menerima surel dari Chairman Liverpool yang meminta maaf atas apa yang terjadi 9 tahun lalu. Dia mempersilakanku untuk datang ke Liverpool jika membutuhkan sesuatu," ujarnya.
"Itu benar-benar menyentuhku karena lebih baik terlambat daripada tidak pernah sama sekali, tetapi aku terkejut bahwa [dulu] Liverpool mendukung sikap seperti itu," sambungnya.
Akan tetapi, apakah Evra sendiri masih ada masalah personal dengan Suarez? Hmm... Kayaknya, sih, pertikaian di antara mereka sudah mereda.
"Aku tidak akan pernah menyebut Suarez orang rasialis karena aku tak mengenalnya secara pribadi. Bahkan, ketika aku membela Juventus melawan Suarez (Barcelona) di final Liga Champions [2014/15], kami berjabat tangan dan berbicara di koridor. Aku memaafkan sangat cepat," jelas Evra.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.

