kumparan
26 Januari 2020 19:11

Memperingati 25 Tahun Tendangan Kungfu Eric Cantona

Eric Cantona, Manchester United
Eric Cantona. Foto: AFP
Eric Cantona memang fenomenal. Biasanya, penyerang yang pada masanya punya prestasi bergengsi bersama klub yang dibelanya, bakal dikenang karena gol-golnya yang ciamik. Namun, pesepak bola legendaris asal Prancis itu berbeda.
ADVERTISEMENT
Alih-alih tendangan salto ke gawang lawan, aksi paling ikonik seorang Cantona adalah ulahnya, yakni tendangan kungfu ke arah suporter lawan. Gokil, memang legenda Manchester United satu itu.
Okelah, Cantona juga kerap mencetak gol-gol bagus. Akan tetapi, kita mungkin harus cek YouTube terlebih dahulu untuk mengingatnya.
Nah, kalau untuk urusan tendangan kungfu, ingatan kita tentang adegan, pose, dan angle Cantona langsung bisa terbayang. Bahkan tak jarang, ketika mendengar nama 'Cantona' saja, gambar yang muncul di pikiran orang-orang adalah tendangan kungfu itu.
Insiden itu terjadi pada 25 Januari 1995 kala The Red Devils melakoni laga tandang Premier League kontra Crystal Palace. Insiden bermula ketika wasit Alan Wilkie memberinya kartu merah pada menit 49 dalam laga yang berlangsung di Selhurst Park itu.
ADVERTISEMENT
Apa yang diperbuat Cantona? Dia menendang bek The Eagles, Richard Shaw, usai bek asal Inggris itu membuatnya frustrasi sepanjang laga karena menjaganya dengan ketat. Sungguh aksi yang bikin geleng-geleng kepala.
Namun, itu belum apa-apa. Ibarat sebuah makan malam, itu baru sajian pembuka. Menu utamanya adalah tendangan kungfu itu.
Jadi, saat dia berjalan menuju terowongan, Cantona tersulut emosi ketika penggemar Crystal Palace bernama Matthew Simmons mengonfrontasinya. Simmons disebut berlari menuruni 11 deretan tangga untuk sekadar meledek dan memaki Cantona. Aduh, fans-nya juga, sih.
Video
Karena kadung kesal, akhirnya Cantona melepaskan tendangan kungfu itu. Tetap saja, apa pun alasannya, aksi itu dianggap tak bisa dibenarkan oleh banyak orang.
Alhasil, Cantona dilarang bermain sampai akhir musim, bahkan hingga September 1995, dan didenda maksimal dua minggu gaji yang senilai 10.800 poundsterling.
ADVERTISEMENT
Enggak cuma itu, sosok kelahiran Marseille itu juga harus menghadapi tuntutan dua minggu penjara. Walau akhirnya terbebas dari tuntutan, tetapi dia harus terlibat kerja sosial.
Lantas, apa Cantona menyesal? Well, dia malah bilang bahwa itu merupakan momen terbaiknya selama jadi pemain. Ampun.
“Momen terbaik saya? Saya memiliki banyak momen bagus, tetapi yang saya sukai adalah ketika saya menendang hooligan itu,” ujarnya, dilansir The Guardian.
PTR, Eric Cantona
Momen terbaik bagi Eric Cantona bukan juara Premier League, tetapi tendangan kungfunya. Foto: TONY SPENCER / PA / AFP
"Anda tahu, Anda bertemu ribuan orang seperti dia (Simmons). Jika saya bertemu pria itu di hari lain, hal yang mungkin terjadi sangat berbeda, bahkan jika dia mengatakan hal yang persis sama. Hidup itu aneh," lanjutnya.
Well, itulah Eric Cantona. Prestasi dan sensasi berjalan beriringan dan dia selalu menjadi dirinya sendiri. Namun apa pun yang terjadi, dia tetap legenda dalam sejarah Manchester United dan Premier League.
ADVERTISEMENT
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan