Bola & Sports
·
29 Mei 2020 19:33

Menaruh Label "Terbaik Dunia" pada Poros Ganda Bayern Muenchen, Kimmich-Thiago

Konten ini diproduksi oleh Supersoccer
Menaruh Label "Terbaik Dunia" pada Poros Ganda Bayern Muenchen, Kimmich-Thiago (82503)
Joshua Kimmich dan Thiago Alcantara. Foto: AFP/SASCHA SCHUERMANN dan AFP/Christof STACHE
Era duet Xavi Hernandez dan Andres Iniesta di Barcelona sudah lewat. Kini, label duet gelandang terbaik dunia mungkin layak disematkan kepada duo Bayern Muenchen, Joshua Kimmich dan Thiago Alcantara.
ADVERTISEMENT
Salah satu orang yang berpendapat begitu adalah Bixente Lizarazu. Mantan bek sayap Die Roten (1997-2004; 2005-2006) itu punya alasan kuat untuk mendukung argumennya.
"Mereka saat ini adalah duo lini tengah terbaik di dunia dan bermain di level paling elite. Secara teknis, mereka berdua sempurna dan selalu bisa menguasai bola," ujar eks bek Timnas Prancis itu kepada Abendzeitung Muenchen.
"Kehadiran mereka amat penting karena menjanjikan keamanan [di lini tengah] tim. Kimmich dan Thiago benar-benar fantastis, aku tak melihat duo yang lebih baik dari mereka," lanjutnya.
Sekadar informasi, jika Xavi dan Iniesta dulu kerap mengisi pos nomor 8 dan 10 di Barcelona, Kimmich dan Thiago menempati posisi nomor 6 dan 8 di Bayern. Sebab, pos nomor 6 Blaugrana diisi oleh Sergio Busquets, sedangkan nomor 10 Bayern bisa ditempati Leon Goretzka atau Thomas Mueller.
ADVERTISEMENT
Namun, sementara waktu, publik cuma bisa melihat Kimmich karena Thiago mengalami cedera otot. Terakhir mereka main bareng adalah saat Der Bavarians menekuk Union Berlin 2-0 pada pekan ke-26 Bundesliga 2019/20, 17 Mei 2020.
Menaruh Label "Terbaik Dunia" pada Poros Ganda Bayern Muenchen, Kimmich-Thiago (82504)
Momen selebrasi pemain-pemain Bayern untuk gol Thiago pada sebuah laga. Foto: Reuters/Ralph Orlowski
Berapa lama gelandang 29 tahun itu harus menepi? Belum tahu.
Satu yang pasti, Kimmich kini mesti akur-akur dengan Goretzka yang diinstruksikan Hansi Flick mengisi pos nomor 8 Bayern dalam dua laga Bundesliga teranyar. Dan hasilnya, enggak buruk juga, sih.
Eh, tetapi khusus Kimmich, Lizarazu juga memberi apresiasi tersendiri untuk pemain yang mencetak gol indah ke gawang Borussia Dortmund pada Selasa (26/5) malam WIB itu.
"Kimmich tahu cara menciptakan keseimbangan yang tepat untuk tim. Aku terkesan dengan levelnya, padahal tadinya kupikir dia leebih bagus jadi bek kanan," ujar lelaki keturunan Basque itu.
Menaruh Label "Terbaik Dunia" pada Poros Ganda Bayern Muenchen, Kimmich-Thiago (82505)
Joshua Kimmich dan Leon Goretzka juga bisa jadi partner yang baik. Foto: AFP/Patrik Stollarz
"Kini, aku harus bilang, dia lebih cocok jadi gelandang tengah ketimbang bek kanan. Ya, kupikir Kimmich juga cocok untuk jadi kapten [suatu saat nanti]," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Bicara soal kapten, memang bukan hal tabu jika pemain gelandang tengah berpotensi dipilih sebagai kapten Bayern. Dalam sejarahnya, ada nama Paul Breitner, Lothar Matthaus, Stefan Effenberg, hingga Mark van Bommel.
Eh, tetapi jangan pernah coba menyamakan si pemain 25 tahun dengan legenda yang disebut ketiga, ya. Jika kalian melakukannya, Lizarazu bakal tertawa.
"Dia (Effenberg) adalah pejuang sejati di lapangan, rekan setim idaman dan berlaku kebalikannya bagi lawan. Dia benar-benar melangkah sangat jauh untuk sukses," jelas Lizarazu soal eks rekan setimnya itu.
Menaruh Label "Terbaik Dunia" pada Poros Ganda Bayern Muenchen, Kimmich-Thiago (82506)
Stefan Effenberg membela Bayern Muenchen selama 1990-1992 dan 1998-2002. Foto: Getty Images/Martin Rose
"Tidak, maaf, Jangan bandingkan Effenberg dengan Kimmich. Effe punya karakter yang spesial," tegasnya.
Ya, sudahlah. Biarlah Kimmich tetap menjadi Kimmich dan Thiago tetap menjadi Thiago.
Omong-omong, kalian setuju dengan klaim Lizarazu? Atau mungkin, kalian punya versi kalian sendiri ihwal siapa duet gelandang terbaik dunia sepak bola era kiwari?
ADVERTISEMENT
---
Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.