News
·
4 September 2020 5:34

TPSTN Mengusulkan Program Pendidikan Berbasis Budaya Masuk Kurikulum Pendidikan

Konten ini diproduksi oleh Suprianto Haseng
TPSTN Mengusulkan Program Pendidikan Berbasis Budaya  Masuk Kurikulum Pendidikan (39897)
Foto TIM TPSTN bersama Kadisdik Kab Nunukan. H. Junaidi SH. Sumber foto: Herison S.Pd
Nunukan (3/09/2020). Tim Pengembang Suku Tidung Nunukan (TPSTN) melakukan kunjungan silaturahmi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Nunukan. Bapak H. Junaidi, SH. Kunjungan silaturahmi tersebut bertujuan untuk berkoordinasi terkait Kampung Cerita "SUNGAI BILAL" dan beberapa usulan program pendidikan berbasis budaya yang merupakan program unggulan Tim Pengembang Suku Tidung Nunukan (TPSTN)
ADVERTISEMENT
Beberapa Program Tim Pengembang Suku Tidung Kabupaten Nunukan (TPSTN) diantaranya adalah.
  1. Senam Iluk Yaki Bentawol Khas Nunukan
  2. Kamus Tidung 4 dialek
  3. Kampung Cerita "SUNGAI BILAL"
  4. Sekolah Budaya Tidung
  5. Milenial Bicara
  6. Penamaan Fasilitas Umum dengan Khas Bahasa Tidung
Untuk diketahui bersama, Senam Iluk Yaki Bentawol merupakan senam khas Tidung Nusantara yang bermukim di Kota Nunukan, iluk artinya gerakan/tarian, Yaki artinya Kakek, Bentawol seorang pemuda yang berasal dari sungai simbol Sebuku yang bermukim dan habitat dari pagun atau kampung Sebuku yang kehidupannya berburu dan meramu dihutan dengan memanfaatkan alam sebagai sumber mata pencaharian dalam kehidupannya disaat itu, namun singkat cerita Bentawol menemui seorang putri dari kayangan yang turun dimuara sungai Sebuku menemui beliau.
Hingga ada syair atau pantun yang terbangun saat itu. Berbunyi :
ADVERTISEMENT

"Sungai Sebuku muaranya dua, muaranya satu tembus ke laut, Bentawol peranakan dewa, Kisah Hidupnya di Kenang juga.Salah satu program yang diusulkan yaitu Senam Tidung Biluk Yaki Bentawol"

TPSTN Mengusulkan Program Pendidikan Berbasis Budaya  Masuk Kurikulum Pendidikan (39898)
Foto TIM TPSTN bersama Kadisdik Kab Nunukan. H. Junaidi SH. Sumber foto: Herison S.Pd
Menanggapi hal ini, Kadisdik Bapak H. Junaidi SH dalam keterangannya yang diterima oleh user kumparan, sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang diusulkan dan diinisiasi oleh Tim Pengembang Suku Tidung Nunukan (TPSTN)

"Kegiatan tersebut, DISDIKBUD ikut mendukung dan apresiasi kepada semua pengurus dalam berbagai bentuk kegiatan guna mewarnai pendidikan. Karena inti dari MERDEKA BELAJAR tidak harus dalam ruangan kelas di sekolah. Empat pilar yang dimiliki negara RI ini yang selalu kita sosialisasikan yaitu NKRI, UUD 45, PANCASILA, dan BHINEKA TUNGGAL IKA.

Dalam kesempatan ini Disdikbud Kab Nunukan berharap agar tim dalam kepengurusan selalu berkoordinasi kepada beberapa pihak yang terkait sehingga berjalan sesuai apa yang kita harapkan bersama"

ADVERTISEMENT
Hadirnya program Tim Pengembang Suku Tidung Nunukan ini tidak terlepas dari kerja keras para pendidik luar biasa seperti Herison, S.Pd sebagai tenaga pengajar di salah satu sekolah SMK N 1 Nunukan. Beliau juga sebagai Ketua Pengurus Daerah Pergerakan Pemuda Mahasiswa Rumpun Tidung Kab. Nunukan dan sebagai Pegiat Literasi Budaya.
Amilia, S.Pd Guru SDN 002 Nunukan yang juga seorang Penulis dan Pegiat Daur Ulang Sampah Berkah Nunukan dan Ibu Siti Sabariah, S.Pd sebagai Pembina Tari di SDN 005 Nunukan yang merupakan 3 sang guru pengembang suku Tidung di Kab. Nunukan
Herison S.Pd selaku Tim Pengembang Suku Tidung Nunukan (TPSTN) mengtakan bahwa Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Nunukan menyambut Positif akan usulan program ini.
ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah beliau merespon positif terkait usulan dan kegiatan yang nantinya akan diedukasikan dengan program literasi dan pelestarian budaya di Nunukan. Beliau meminta kami juga untuk selalu berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab. Nunukan DISPARPORA terkait senam Tidung tersebut.

Insya Allah kedepan akan bisa memperkuat dan menambah sumbangsih buat pendidikan di Kabupaten Nunukan sebagai mata pelajaran muatan lokal (Mulok) terkait penerbitan Kamus Tidung, Seni Budaya Tidung dan olahraga Tidung bahkan sekolah di Kampung Cerita kedepannya.”

Menindaklanjuti arahan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, di hari yang sama Tim Pengembang Suku Tidung Nunukan (TPSTN) menemui Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga terkait senam Tidung Biluk Yaki Bentawol khas Nunukan. Ibu Hj Rina Dwi Julianti, S.Kom
TPSTN Mengusulkan Program Pendidikan Berbasis Budaya  Masuk Kurikulum Pendidikan (39899)
Foto Tim TPSTN bersama Kabid Pemuda dan Olahraga Ibu Hj Rina Dwi Julianti S. Kom. Sumber foto Herison S.Pd
Ibu Hj Rina Dwi Julianti, S.Kom juga merespon baik. Usulan program ini akan menambah koleksi dalam pelestarian budaya lokal khas Nunukan khususnya .
ADVERTISEMENT
Dalam waktu singkat, beliau tetap menunggu dan menerima dari TIM Pengembang Suku Tidung Nunukan sebagai inisiator untuk diserahkan ke Pemerintah Daerah terkait program ini. Semoga dapat disosialisasikan ke Masyarakat Kota Nunukan
Selaku Tim Pengembang Suku Tidung Nunukan Herison, S.Pd berharap dalam pengusulan ini sebagai peran serta generasi muda dan pengembangan Suku Adat Istiadat Budaya Tidung dapat dikenal oleh Nusantara secara Nasional dan Internasional, jangan ada lagi klaim Adat Istiadat Budaya Suku Tidung seperti yang terjadi saat kemerdekaan RI 75 bahwa baju adat Tidung merupakan pakaian Cina

Mohon doanya agar perjuangan kami ini bisa cepat terealisasikan sebagai bentuk kado buat Kota Bumi Pekindi Debaya 12 Oktober 2020. Insya Allah berlanjut ke BUPATI NUNUKAN

Mohon Doa Restu Buat Penculod Damo Demanai Pun Muyu Sino

Kami akan berjuang bersama untuk memajukan pendidikan lokal berbasis budaya suku Tidung sebagai pelestarian dan budaya Tidung Kab. Nunukan tanpa mengesampingkan budaya yang ada di Nunukan. Kita berbeda tapi tetap satu dalam bingkai BHINEKA TUNGGAL IKA . Wonderful Indonesia.

ADVERTISEMENT