Bisnis
·
17 Desember 2018 20:00

Leader di Era Revolusi Industri 4.0

Konten ini diproduksi oleh SWAONLINE
Leader di Era Revolusi Industri 4.0 (71724)
Coach Yudi Candra[/caption]
Revolusi industri terus bergulir, mulai dari industri 1.0 terjadi pada akhir abad ke-18 dengan ditemukannya produksi mekanis menggunakan tenaga air dan uap. Lalu dilanjutkan dengan industri 2.0 dimulai di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 yang disebut juga fase pesatnya industrialisasi, ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam, penemuan ini memicu kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
Setelah itu industri 3.0 yang terjadi pada awal tahun 1970 dengan penggunaan elektronik dan teknologi informasi berbasis komputer dan internet. Hingga akhirnya kita berada di awal Revolusi Industri 4.0. Pertanyaannya, apa itu revolusi industri 4.0 dan mengapa kita harus peduli mengenai hal ini?
Coach Yudi Candra memberikan jawabannya dari perspektik seorang motivator. "Saat ini kita sudah mulai memasuki revolusi industri yang ke 4.0. Ini sangatlah berbeda dengan sebelumnya, di mana kita akan dapat mendesain dunia dan mengubah realitas di sekitar kita dengan perubahan secara atom dan molekul, perubahan secara nano teknologi ditambah dengan segala sesuatunya di dunia yang terkoneksi dengan Internet," jelasnya di Jakarta hari ini (17/12/2018). Di revolusi industri 4.0 ini segala sesuatu menjadi transparan, dan perbedaan akan satu produk/servis dengan produk/servis yang lain akan terlihat jelas dan hanya yang terbaiklah yang akan bertahan.
ADVERTISEMENT
Banyak yang bertanya mengenai apakah ini sebuah tantangan atau kesempatan? Apabila Anda melihat sejarah, di setiap fase revolusi industri, selalu ada bisnis baru yang menjadi pemain besar dan selalu ada pemain besar lama yang punah.
Coach Yudi juga megatakan, buat Anda yang dapat beradaptasi dengan mengadaptasi skill dan mentalitas baru dengan cepat, revolusi industri 4.0 ini bisa jadi merupakan peluang emas Anda untuk menjadi pemain baru yang dapat diperhitungkan. Siklus sukses dan gagal di dalam bisnis juga semakin cepat terjadi dibandingkan sebelumnya.
Lalu, beberapa pertanyaan muncul dari pebisnis, yaitu bagaimana dengan bisnis Yudi? Bagaimana Yudi menyikapinya? Sedangkan revolusi industri 4.0 ini bukanlah sesuatu yang dapat dihentikan dandi hindari. Hal ini akan terjadi dan hidup kita akan berubah. "Anda sebagai pimpinan di bisnis Anda, tentu saja ada faktor kunci yang perlu diketahui agar dapat menghadapi tantangan dengan memimpin organisasi," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Yang pertama adalah, leader yang dapat menyatukan dan memberikan arah tujuan yang jelas. Di sini sangatlah penting untuk seorang pimpinan untuk dapat berkomunikasi, membuat tim merasa aman, membuat sebuah engagement dan menjadi sebuah komunitas yang searah. Memiliki sebuah cetak biru yang dipahami, dimengerti dan diimani oleh seluruh anggota organisasi. Leader harus dapat membuat kepercayaan di dalam diri tim. Dan yang terpenting leader yang kuat, memiliki visi yang bukan sekedar visi untuk perusahaan, tetapi juga yang lebih besar dari itu, yang memiliki pengaruh untuk seluruh timnya, lingkungan sekitarnya, bahkan dunia.
Selanjutnya, leader yang memiliki kecepatan dalam membuat keputusan. Di era 4.0 ini, segala sesuatunya berubah dengan cepat. Zaman di mana leader hanya berada di kantor dengan komputer dan bekerja dengan data setelah terkumpul sudah tidak masanya lagi. Leader harus turun dan melihat. Leader perlu mengevaluasi dan mengontrol tim bersama sama, feedback atau masukan perlu dilakukan secara konstan dan terintegrasi bukan hanya secara internal tetapi juga terhubung dengan pihak eksternal seperti klien dan supplier.
ADVERTISEMENT
"Leader juga harus berani, mau menerima, mendorong, dan memotivasi tim untuk memberikan feedback terhadap kepemimpinannya demi kemajuan bersama. Akan lebih baik ketika leader juga dapat menantang dirinya untuk keluar dari zona nyaman dengan melakukan coaching dan menerima feedback dari orang diluar organisasi," ungkap Yudi.
Poin ketiga yaitu, dapat memilih dan men-develop talent. Generasi di mana pekerja loyal dan setia bekerja pada satu perusahaan sudah mulai tergantikan dengan generasi yang mudah bosan dan mobile. Generasi yang lebih memilih untuk bekerja secara bebas, menjadi entrepreneur sendiri dan tidak terikat oleh sebuah perusahaan.
Mengingat tingginya turnover karyawan, apa yang bisa Anda lakukan sebagai seorang leader adalah bukan hanya perlu untuk dapat memilih talent yang tepat. Namun, juga perlu untuk mengembangkan talent dengan cepat sehingga mereka dapat lebih loyal dan produktif lebih lama di perusahaan Anda. Sebab, banyak cara untuk dapat memilih di antaranya group interview, NLP, dan face reader.
ADVERTISEMENT
Coach Yudi juga mengatakan leader dan organisasi yang tidak beradaptasi dengan cepat dari pemikiran tradisional akan punah. Perusahaan yang bergerilya yang terkoneksi, berkolaborasi, yang terus belajar, terbuka akan perubahan, yang memiliki tim yang bergairah dan semangat maju, yang memiliki dan mengadaptasi teknologi atau cara yang lebih maju akan menjadi pimpinan di Industrinya.
www.swa.co.id

sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white