kumparan
16 September 2019 9:09

Strategi JNE Tingkatkan Ekuitas Merek di Era Digital

Berubahnya behaviour masyarakat di era digital dari yang awalnya membeli barang melalui lini offline menjadi online, membuat bisnis industri logistik nasional turut meningkat. Indeks Kinerja Logistik Bank Dunia merilis adanya peningkatan tiga tahun terakhir dalam kinerja logistik Indonesia. Tahun ini indonesia menempati peringkat ke-46 secara global dibandingkan dengan 2016 yang berada pada posisi ke-63.
ADVERTISEMENT
Meningkatkanya kinerja logistik ini diikuti dengan meningkatnya persaingan di industri tersebut. JNE, salah satu perusahaan logistik di Indonesia berupaya untuk memperkuat mereknya di pasar, beberapa diantaranya adalah dengan meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan para stakeholder dalam ekosistem penunjang e-commerce.
“Kami melakukan kolaborasi dan sinergi dengan para seller, buyer, marketplace, fintech, dan logistik dengan menyelenggarakan program maupun acara, serta penyediaan fasilitas atau fitur untuk para pelanggan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat merek kami di masyarakat,” kata Eri Palgunadi, VP of Marketing PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) di kepada SWA Online di Jakarta , akhir pekan ini.
Sementara itu, untuk menjadi top of mind di masyarkat, JNE melakukan berbagai program untuk para konsumen, dengan mengadakan program free ongkir atau gratis biaya kirim, penyediaan fasilitas atau fitur untuk pembeli melalui MyJNE, website, packaging center, asuransi, dan packing kayu.
ADVERTISEMENT
Perubahan pola perilaku masyarakat yang bertumpu pada aktivitas online dan digital, juga mempengaruhi pola strategi komunikasi perusahaan untuk memperkuat ekuitas merek. Pertama dengan memaksimlakan platform social media untuk promosi soft selling dan saluran aspirasi pelanggan. Kedua, dengan memaksimalkan website. Ketiga, memaksimalkan aplikasi MyJNE untuk lebih memudahkan alur komunikasi.
“Kami juga melakukan rebranding icon, corporate colour, aktivitasi dan campaign untuk lebih mendekatkan diri pada generasi milennial,” ujarnya menambahkan.
Tidak berhenti pada perubahan alur komunikasi, JNE juga melakukan monitoring ekuitas merek, loyalitas, dan kepuasan konsumen untuk menganalisa efektivitas dari strategi yang telah dilakukan. Salah satunya dengan bantuan tools yang dapat memberikan insight untuk menganalisa seberapa jauh merek JNE sudah dapat dikenal luas masyarakat dan strategi apa yang harus diambil. “Selain itu tools social media memiliki peran penting untuk mengetahui ekuitas merek, loyalitas dan melakukan survey terhadap pelanggan secara berkala,” kata Eri menegaskan.
ADVERTISEMENT
Lebih jauh Eri mengatakan tantangan yang datang di era digital tidak terlalu signifikan. Hal ini karena JNE memliki konsumen yang loyal. Selain itu, perusahaanya juga fokus pada program engagement dan awareness sehingga memiliki mindset yang berbeda dengan perusahaan sejenis.
Untuk menjaga relevansi produk dan layanan di era digital dan serba cepat ini, JNE juga melakukan beberapa terobosan. Beberapa diantaranya adalah dengan meluncurkan program antaran susu untuk ibu menyusui dengan nama JESIKA (Jemput Asi Seketika) dan meluncurkan Service JTR (JNE Trucking).
Service JTR merupakan service kiriman di atas 10 kg dengan menggunakan Trucking. Adapun trobosan yang dilakukan dalam hal komunikasi adalah dengan memaksimalkan peran website, dan meluncurkan aplikasi MyJNE dengan beragam fitur antara lain dapat memberikan informasi trace dan tracking kiriman, counter JNE terdekat, dan cek tarif.
ADVERTISEMENT
Editor : Eva Martha Rahayu
www.swa.co.id
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan