kumparan
20 Sep 2019 7:22 WIB

Biar Gak Banyak Hoaks, Begini 8 Cara Bangun Budaya Literasi

Budaya literasi atau kemampuan literasi, sering disebut banyak orang. Namun, apakah seseorang menyadari. Bahwa dirinya sudah literat atau belum? Budaya literasi harusnya bertumpu pada kesadaran untuk belajar. Seseorang yang “sadar diri” untuk mau menambah pengetahuan dan keterampilan, selalu berpikir kritis dalam memecahkan masalah, dan mampu berkomunikasi secara efektif. Sehingga paham dan mampu untuk mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat. Literasi prinsipnya adalah paham dan mampu sehingga terhindar dari pikiran dan perilaku yang tidak bijak.
ADVERTISEMENT
Maraknya hoaks, ujaran kebencian, bahkan fitnah menjadi bukti masyarakat yang tidak literat; masyarakat yang tidak punya budaya literasi. Karena pada masyarakat yang literat, ada nilai yang tertanam untuk selalu cek dan ricek dari setiap informasi. Dan yang terpenting, menentukan suatu informasi bermanfaat atau tidak. Bila tidak manfaat, untuk apa disebarkan?
Jadi, budaya literasi sejatinya bukan hanya sekadar mampu membaca dan menulis. Tapi budaya literasi pasti melibatkan pengetahuan di segala bidang, pengetahuan genre dan kultural secara kognitif, di samping kemampuan berbahasa secara lisan dan tulisan.
Karena itu, bila dipahami, budaya literasi bertujuan untuk membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat akan berbagai informasi bermanfaat (bukan yang tidak manfaat). Pemahaman yang memampukan seseorang dalam mengambil kesimpulan dengan akurat. Sehingga dapat menumbuhkan dan mengembangkan karakter dan budi pekerti yang baik. Hingga akhirnya, lahir budaya untuk bertindak dalam meningkatkan kualitas penggunaan waktu seseorang. Agar lebih bermanfaat dalam hidupnya.
ADVERTISEMENT
Maka untuk membangun budaya literasi di masyarakat, baik di organisasi atau di lingkungan, setidaknya ada 8 (delapan) prinsip budaya literasi yang menjadi acuan:
1. Kegiatan literasi harus dimulai dari kesadaran untuk belajar; sadar diri.
2. Kegiatan literasi harus sesuai dengan konteks dan organisasi belajar masing-masing. Formal atau informal; anak-anak, remaja atau dewasa. Kegiatan literasi harus disesuaikan, bukan disamaratakan.
3. Kegiatan literasi harus berimbang, sesuai dengan jenjang usia, pendidikan, profesi, bahkan konteks yang menjadi bahasan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.
4. Kegiatan literasi harus terintegrasi. Artinya, literasi jangan berdiri sendiri. Harus dikaitkan dengan berbagai ranah kehidupan, di samping harus melibatkan semua pihak yang ada di dalam organisasi.
5. Kegiatan literasi dapat dijalankan kapanpun. Literasi sederhana bisa dimulai dari membaca dan menulis, dan kegiatan itu bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Berdiskusi pun menjadi bagian dari budaya literasi.
ADVERTISEMENT
6. Kegiatan literasi berujung pada kebaikan budaya lisan. Berkomunikasi secara lisan menjadi titik penting adab atau budaya literasi di masyarakat. Berbahasa lisan tidak cukup baik dan benar, namun harus santun dan bijak. Itulah cerminan budaya literasi.
7. Kegiatan literasi harus menyentuh semua kurikulum kehidupan. Mulai dari pengetahuan, sikap, dan perilaku sesuai dengan level organisasinya masing-masing.
8. Kegiatan literasi harus berbasis keberagaman. Kemauan untuk menghargai perbedaan dan menghormati pendapat orang lain adalah basis budaya literasi. Sehingga literasi bukan mempersempit cara berpikir tentang multikultural, melainkan memperluas cakrawala berpikir untuk kemaslahatan yang lebih besar.
Bila ke-8 prinsip dalam membangun budaya literasi dijalankan dengan seksama, maka bukan tidak mungkin terwujud masyarakat literat di bumi Indonesia. Sebuah masyarakat yang paham dan mampu menyesuaikan diri dengan dinamika peradaban, termasuk di tengah gempuran era digital atau revolusi industri 4.0. Budaya literasi adalah budaya universal yang harus ada dalam kehidupan setiap orang. Literasi dasar seperti membaca dan menulis, literasi media, literasi teknologi, literasi sains, literasi humaniora, literasi finansial, literasi poltik, bahkan literasi pemerintahan. Semuanya bertumpu pada budaya paham dan mampu untuk memampukan keadaan yang lebih baik dari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Itulah arti penting budaya literasi di masyarakat. Maka, semua pihak harus terlibat aktif dalam gerakan membudayakan literasi di semua ranah kehidupan. Untuk keadaan masa depan yang lebih baik. Karena intinya, setiap pikiran dan tindakan seseorang adalah tanda level literasi pribadinya … tabik #BudayaLiterasi #PegiatLiterasi #GerakanLiterasi
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan