Kebaikanmu Tidak Akan Sia-sia

Syarif Yunus
Dosen Unindra - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) - Konsultan - Mhs S3 MP Unpak - Pendiri TBM Lentera Pustaka
Konten dari Pengguna
4 Maret 2024 1:01 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Masih belum percaya? Setiap kebaikan yang diperbuat itu tidak akan pernah sia-sia. Karena tiap kebaikan bukan hanya bermanfaat untuk orang lain. Tapi juga membuat pelakunya akan lebih tenang dan bahagia. Apalagi kebaikan yang digerakkan oleh hati, bukan karena baik ada maunya atau ingin dipuji orang. Teruslah berbuat baik, karena baik itu tidak akan pernah sia-siap. Dan setiap kebaikan pasti akan dibalas dengan kebaikan pula.
ADVERTISEMENT
Sekali lagi, kebaikanmu tidak akan pernah sia-sia. Ketika bisa meringankan beban orang lain, ketika bisa membuat anak-anak gembira karena punya tempat membaca. Atau ketika orang lain bisa tersenyum dan melupakan perih di hatinya. Kebaikan yang diperbuat itu tidak dapat diungkap dengan kata-kata. Tapi pasti dapat dirasakan penerimanya. Apalagi mereka benar-benar merasakan manfaatnya. Maka jangan pernah ragu untuk berbuat baik kepada siapapun.
Kebaikanmu tidak akan pernah sia-sia. Tetaplah bersikap baik kepada siapapun, dalam keadaan apapun bahkan kepada orang yang telah menyakiti sekalipun. Tetap mampu menahan amaran sekalipun telah dikecewakan dan menggantikannya dengan senyuman yang melegakan hati. Tetap sabar di segala keadaan, selalu bersyukur atas apa yang dimiliki. Dan tetap konsisten menolong sesama, melakukan hal-hal kecil yang bernilai besar untuk orang lain. Itu semua baik, maka kebaikanmu tidak akan pernah sia-sia.
ADVERTISEMENT
Berbuat baik, sejatinya boleh di mana saja. Termasuk di taman bacaan walau untuk menyediakan akses bacaan kepada anak-anak usia sekolah yang selama ini tidak punya tempat membaca. Sekadar membimbing anak-anak membaca buku, mengajar baca tulis kaum buta aksara, mengajar calistung anak-anak kelas prasekolah, bahkan mengendarai motor baca keliling ke kampung-kampung. Anak-anak yang rajin membaca, ibu-iobu yang mengantar anak ke taman bacaan, relawan yang mengabdi di TBM demi tegaknya kegemaran membaca. Itu semua baik. Yang tidak baik itu, menganggap membaca buku di era digital sebagai perbuatan sia-sia. Apalagi yang menyebut minat baca rendah tanpa mau menyediakan akses bacaan itu sangat tidak baik. Maka saat saya dan teman-teman memutuskan berkiprah di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor itu pun baik. Karena taman bacaan memang tempat baik dan menjadi ladang amal banyak orang.
Kebaikanmu tidak akan pernah sia-sia
Kebaikan itu bisa apa saja. Ada yang berbuat baik dan menebar manfaat. Sebagai pengantar hadirnya senyum orang lain. Sebagai penyebar inspirasi yang penuh manfaat untuk anak-anak. Atau menjadi penyemangat untuk membaca buku. Jadi, teruslah berbuat baik di mana pun. Karena sejatinya. kualitas seseorang dinilai dari perbuatannya, bukan dari omongannya. Wajah yang cantik, kekayaan, pangkat, jabatan, dan status sosial pun tidak berguna. Manakala tidak mengangkat pemiliknya menjadi lebih baik. Semua tergantung amal perbuatannya. Jangan lelah berbuat baik, apalagi di taman bacaan. Hingga tidak ada lagi alasan seseorang untuk tidak berbuat baik. "Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat baik kepadamu” (QS. Al-Qashas: 77).
ADVERTISEMENT
Berbuat baik memang tidak mudah. Selalu ada saja yang menghalangi. Maka duduklah di meja bersama orang-orang membahas tentang kebaikan. Jangan duduk bersama orang-orang yang hanya mampu membicarakan orang lain. Salam literasi #BacaBukanMaen #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka