kumparan
29 Desember 2019 9:52

Arti Penting ASEAN Outlook on Indo Pacific bagi Indonesia

Tantowi Yahya, POTRAIT
Dubes RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Tanggal 23 Juni 2019 patut diingat sebagai salah satu hari bersejarah bagi Indonesia. Di hari tersebut, para kepala negara yang tergabung dalam asosiasi negara di Asia Tenggara (ASEAN) setuju untuk mengadopsi dokumen ASEAN Outlook on Indo Pacific sebagai salah satu arah kebijakan ASEAN ke depan.
ADVERTISEMENT
Hal ini menjadi penting bagi Indonesia bukan hanya disebabkan inisiatif awal konsep ASEAN Outlook on Indo Pacific berasal dari proposal Indonesia, namun karena diadopsinya konsep tersebut membuka pintu Indonesia untuk berperan lebih strategis dalam percaturan dunia.
Asean Outlook on Indo Pacific sejatinya merupakan arah kebijakan ASEAN dalam merangkul mitranya di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dua kawasan tersebut saat ini merupakan pusat dunia di berbagai bidang yang sangat strategis. Di bidang politik, sejumlah ahli maupun pengamat umumnya menempatkan Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Tiongkok sebagai aktor penting yang berperan dalam navigasi hubungan internasional.
Di bidang ekonomi, keberadaan 4 dari 5 entitas ekonomi dengan PDB terbesar dunia yakni Amerika Serikat, China, India, dan ASEAN berasal dari kawasan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, sehingga membuat kawasan ini menjadi lokasi bagi sejumlah negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat dalam satu dekade terakhir. Sementara di bidang budaya, lebih dari setengah penduduk dunia mendiami kawasan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik sehingga menjadikan kawasan sebagai pusat peradaban dunia.
ADVERTISEMENT
Meskipun baru diadopsi oleh ASEAN, konsep Indo Pasifik bukanlah sebuah hal yang baru. Bagi sebagian dari kita yang mempelajari ilmu Hubungan Internasional konsep ini telah menjadi salah satu topik diskusi geopolitik strategis sejak 2010. Meskipun demikian, konsep Indo Pasifik menjadi semakin populer setelah Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS pada tahun 2017 silam. Presiden AS ke-45 tersebut menawarkan konsep Indo-Pasifik dalam melalui pendekatan kebebasan (freedom) dan terbuka (open). Sayangnya konsep tersebut kurang mendapatkan dukungan luas di antara negara kawasan karena diduga ditunggangi oleh kepentingan AS dalam memenangi kompetisinya dengan Tiongkok, serta bernuansa militeristik dalam pendekatan utamanya. Di sisi berbeda, konsep Indo Pasifik yang dibawa Indonesia mengusung semangat inklusif, yang berarti melibatkan seluruh pihak secara setara, baik AS, Tiongkok, maupun negara lainnya di kawasan.
ADVERTISEMENT
Prinsip Indo Pasifik yang ditawarkan oleh Indonesia dalam perkembangannya mendapatkan sambutan hangat dari seluruh negara ASEAN. Selain semangat inklusif yang telah dijabarkan sebelumnya, prinsip Indo Pasifik yang diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri RI ini juga mengedepankan prinsip menghargai kedaulatan dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain yang menjadi pembeda utama.
Tantowi Yahya
Dubes RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Ditambah dengan prinsip pelengkap (complementarity) bagi sejumlah kerja sama yang telah ada, konsep Indo Pasifik ala nusantara dipandang sangat sesuai dengan perkembangan dinamika internasional saat ini dengan tidak memihak kepada salah satu kiblat dunia.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, keberadaan negara anggota ASEAN yang terletak di antara kedua Samudera tersebut menjadi sangat penting, terlebih bagi Indonesia yang secara harfiah diapit oleh Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pengaruh dari peradaban yang berasal dari kedua Samudera tersebut dapat kita jumpai di sekeliling bumi nusantara.
ADVERTISEMENT
Jika budaya asal Timur Tengah, Tiongkok, dan India menjadi akar budaya di sejumlah tempat di wilayah barat Indonesia, maka nuansa budaya kepulauan Pasifik memiliki kesamaan yang kental dengan budaya sejumlah provinsi di Indonesia Timur, seperti NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
Arti penting diadopsinya ASEAN Outlook on Indo Pasific bagi Indonesia diharapkan tentu tidak hanya berhenti pada status Indonesia sebagai inisiator konsep. Konsep Indo Pasifik akan terus didukung jika di masa mendatang terus diikuti dengan kerja sama konkret yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
Saat ini bidang kerja sama yang disepakati dalam Indo Pasifik Outlook tercatat mencakup empat bidang, yakni kerja sama maritim, konektivitas, perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, dan kerja sama ekonomi. Dengan mengecualikan pembahasan SDGs yang sangat teknikal, tiga usulan bidang kerja sama lainnya memiliki arti penting bagi Indonesia karena mencakup teritori yang luas dan strategis, mencakup dua dari tiga Samudera dunia yang berada di poros khatulistiwa.
Ilustrasi Kapal Laut
Ilustrasi Kapal Laut. Foto: Pixabay
Di antara bidang kerja sama yang lain, disepakatinya bidang kerja sama maritim untuk masuk ke dalam Indo Pacific Outlook merupakan hal yang paling utama bagi Indonesia. Teritorial Indonesia yang sebagian besarnya merupakan kawasan maritim dan kemajuan Pemerintah Indonesia dalam menangani bidang kemaritiman dapat menjadi aset berharga bagi kerja sama kawasan.
ADVERTISEMENT
Kepentingan Indonesia untuk menjamin laut Indonesia terbebas dari pencemaran lingkungan maupun tindakan ilegal pencurian ikan memerlukan kerja sama dari sejumlah negara yang terletak di sekitar dua Samudera. Dalam bidang kerja sama ekonomi, yang merupakan salah satu pilar ASEAN, diharapkan akan menuju ke arah kerja sama perdagangan bebas antar kawasan.
Perlu disadari bahwa data statistik mencatat ekspor nasional Indonesia terkonsentrasi pada pasar tradisional. Hal ini membuat Indonesia menjadi bergantung kepada serapan impor dari negara yang dianggap sebagai pasar tradisional.
Terbukanya akses perdagangan ke dalam pasar yang besar dan lebih luas dapat merupakan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk berkompetisi dalam tataran inovasi dan kreativitas. Liberalisasi ekonomi, meskipun mendapatkan banyak tantangan dari kaum beraliran konservatif, merupakan keniscayaan bagi perkembangan ekonomi ke depan.
Ilustrasi Startup
Ilustrasi perencanaan startup. Foto: Pixabay
Bagi Indonesia yang memiliki beragam produk inovatif serta start-ups digital, jaringan perdagangan bebas merupakan kesempatan yang sangat baik dalam rangka ekspansi usaha perusahaan nasional. Hal ini juga sesuai dengan visi ekonomi Presiden Joko Widodo yang menginginkan perekonomian nasional mengarah pada hilirisasi industri.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, dalam kerja sama konektivitas, kerja sama di bidang ini akan bermanfaat bagi Indonesia jika di masa mendatang terdapat kemudahan konektivitas selain dalam arus barang, namun juga mempermudah dalam konektivitas masyarakat, terutama dalam bidang tenaga kerja. Indonesia yang memiliki bonus demografi berupa kaum muda produktif dalam 20 hingga 30 tahun ke depan akan mendapatkan kemudahan jika kaum milenial Indonesia mendapatkan kesempatan bekerja yang baik di dalam maupun luar negeri.
Setuju ataupun tidak setuju terhadap pandangan tersebut, kita perlu menyadari bahwa trend pekerjaan saat ini yang menerapkan teknologi digital tanpa kertas (paperless) akan membuat persaingan di bidang lapangan kerja semakin terbuka.
Sebagai warga Indonesia yang diberikan mandat untuk bertugas di kawasan Pasifik, Penulis juga melihat bahwa Indo Pacific Outlook dapat membuka kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan hubungan dengan negara kepulauan di Pasifik pada tataran yang lebih baik. Letak geografis Indonesia sebagai satu-satunya negara yang berbatasan darat langsung dengan negara Pasifik dapat dimanfaatkan sebagai penghubung bagi ASEAN untuk menujuk kawasan Pasifik dan sebaliknya. Penduduk di Pasifik yang sangat kental dengan rasa persaudaraan akan membutuhkan Indonesia, khususnya warga di Indonesia Timur yang memiliki kesamaan budaya.
ADVERTISEMENT
Dokumen Asean Outlook on Indo Pacific yang diadopsi ASEAN memang belum menyepakati seluruhnya atas kepentingan Indonesia di atas. Konsep Indo Pacific yang ada saat ini masih tergolong muda dan masih akan mengalami pembahasan yang panjang di kemudian hari. Meskipun demikian, gambaran konsep Indo Pasifik terdekat bagi Penulis adalah kerja sama yang saat ini sudah berlaku di regional ASEAN.
Oleh karena itu, mari kita sama-sama membayangkan terwujudnya perdagangan bebas, pembebasan visa berkunjung masuk, serta beberapa kerja sama lain di bidang politik, pertahanan, dan humanitarian yang sudah berlaku di ASEAN, akan juga berlaku di seluruh Samudera Hindia dan Samudera Pasifik yang tentunya akan sangat bersejarah jika semua tersebut dapat terwujud.
*Catatan Akhir Tahun
ADVERTISEMENT
''Dubes RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Kerajaan Tonga''
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan