Opini & Cerita
·
18 Juli 2020 11:30

Cerpen: Kisruh Lingkaran Siluman

Konten ini diproduksi oleh Taufan S. Chandranegara
Seri Detektif Romantika (Part 3)
Cerpen: Kisruh Lingkaran Siluman (327702)
Cerpen. Image by Tasch 2020 kumparan
Sebelumnya: Sulit mengisahkan kejadian berikutnya. Sebab Sang Guru mematikan Digital Screen, seputar ruangan bulat bagai bola globe Neo-Planet Bumi visual. Tak ada kata lain selain menunggu Sang Guru kembali menghidupkan layar itu.
ADVERTISEMENT
***
Meteora, baru saja usai melakukan perburuan kejahatan ekonomi berantai, telah diserahkan kepada Badan Keamanan Semesta.
Meteora, berdiri tegap di ketinggian bebatuan planet itu. Menghela napas. Kekacauan masih berlangsung di seputar semesta. Para durjana pencuri hak rakyat terus merajalela. Patah tumbuh hilang berganti, seperti jamur, benalu mengikat pohon jadi induknya.
"Siapa biangkerok kendali sistem durjana itu. Mengapa dengan mudah mereka mengelabui sistem perlindungan ekonomi negeri tercinta ini. Keterlaluan, dana bantuan sosial, hibah dari lembaga negeri sahabat itu, seharusnya untuk dana bantuan sosial antara planet, mereka libas pula. Kabar terakhir dana untuk kesejahteraan termasuk infrastruktur antar planet mereka lahap. Apa isi otak mereka ya."
Penyakit predator jenis manipulator keturunan siluman jahat memang tengah melanda seputar semesta. Soal kisah Operasi Tangkap Tangan Lembaga Anti-Rasuah Semesta, telah menjadi cerita rakyat cukup populer.
ADVERTISEMENT
"Semoga masyarakat semesta tidak bosan mendengar cerita dari itu ke itu lagi. Masyarakat semesta wajib mendukung Lembaga Anti-Rasuah Semesta.
Pesan ibu padaku tegas, sangat berat. "Meteora putra dari Tahta Kebijaksanaan. Menjadi kewajibanmu mencari akar masalah dari hulu ke hilir. Sebab akibat menjamurnya kriminalitas luar biasa predator siluman jahat di bidang manipulasi milik rakyat. Perbuatan manipulasi kaum siluman jahat telah melampaui batas kurang ajar." Sekujur tubuh ibunda Ratu Kebijaksanaan, terlihat makin bercahaya jika tengah meredam amuk. Lanjut ibunda.
"Tugasmu mencari sistem core pada database mereka. Ledakkan sistem itu, para predator siluman jahat akan ikut meledak musnah. Seperti pernah dilakukan Man of Sky Cloud, pahlawan dari Planet Metalurgi," suara ibu masih melekat di telinga Meteora. Lanjut ibu lagi.
ADVERTISEMENT
"Man of Sky Cloud, menyusup ke pusat sistem Black Satan, dengan cepat melakukan tindakan sabotase berbagai sektor penting, terakhir dia masuk ke ruang kendali nuklir di core system. Setelah membunuh Black Satan." Suara ibu semakin menderu-deru, cahaya di sekujur tubuhnya semakin terang. Suara ibu semakin tegas.
"Tapi kau tetap tak boleh gegabah. Tetap fokus, kritis-akurat. Sekali terjang harus runtuh, hancur-leburkan sistem pertahanan mereka. Kejadian manipulasi kelompok siluman jahat terakhir kali, sungguh amat memalukan martabat negeri ini. Setelah Operasi Tangkap Tangan oleh Lembaga Anti Rasuah Semesta," itu pesan ibu beberapa waktu lalu. Ibu melanjutkan lebih tegas.
"Kelompok partisan golongan hitam bertanggung jawab atas perbuatan manipulasi itu. Surel dari Tim Halimun Negara telah diterima oleh Lembaga Anti-Rasuah," tegasnya. Setelah cukup memberi petunjuk ibu sirna bersama cahaya.
ADVERTISEMENT
Meteora, tegap berdiri dengan berbagai kewaspadaan, ketajaman indra-intelegensia. Dia disebut juga anak setengah dewa. Sebab ayahnya masih keturunan dari salah satu dewa di khayangan sektor Semesta Timur.
Itu sebabnya pula sebagai penanda munculnya Meteora, di kancah semesta selalu ditandai dengan kemunculan Bintang Timur kerlap-kerlip. Penanda itu, membuat Meteora, segera berubah rupa secepat kelip cahaya, menuju Planet Bumi atau disebut juga Planet Biru, konon, planet itu subur-makmur, tenteram beradab-adil makmur.
***
Sisi peristiwa gudang bersimbol kepala kadal.
Astaman, dicekam perasaan aneh, dia, mencium bau tak sedap, sama persis dengan bau di peristiwa perbukitan markas kaum Kadal. Astaman, mengintip dari gelombang otak lewat mata terpejam, dengan sigap mengubah diri, sirna, melewati tumpukan kontener baja itu, Dia masuk kedalam tanah dengan sistem Teknologi Antareja. Dari dalam tanah Astaman, mampu melihat ke permukaan tanah di atasnya, dia menangkap sinyal visual ketiga sahabatnya, telah dia selamatkan berangsur-angsur berubah ujud menjadi Manusia Kadal, lidah menjulur mendengus-dengus kian kemari, mencari keberadaan Astaman.
ADVERTISEMENT
"Tak mungkin. Gila! Jadi ketiga sobatku, telah aku selamatkan tadi, adalah Manusia Kadal, beralih rupa menjadi serupa ketiga sahabatku. Sial. Aku terkecoh! Aku kecolongan!" Geram campur aduk di benak Astaman, merasa telah jadi pecundang. Namun dia wajib tetap fokus.
"Bagaimana bisa terjadi hal seperti itu. Kampret! Aku tertipu." Flony, juga dua sahabatnya. Entah dimana keberadaan mereka.
Suara auman dahsyat menggema lagi di angkasa. Astaman waspada-fokus. Siapa biangkerok mengaum terus menerus itu. Dalam hitungan detik, tiga kadal di atas tumpukan kontener itu hancur lebur berkeping-keping di hantam sebuah sosok berkecepatan tinggi luar biasa.
Gelombang otak Astaman dari bawah tanah mendeteksi visual sosok makhluk mirip singa, tapi berwarna merah. Siapa dia? Astaman, merasa sosok itu di pihak Detektif Romantika, namun dia tetap wajib waspada, meski di bawah tanah dengan sistem kesaktian Tekno-Antareja.
ADVERTISEMENT
***
Jakarta Kantor Pusat Palmerah. Siang pukul 14:30 WIB. Sisi lain, Kantor Detektif Romantika.
Guru, di pusat energy digit-prana terus mengikuti jejak penyergapan. Melihat situasi menjadi simpang siur. Siapa kawan siapa lawan, segera dia mengambil keputusan tegas.
"Perintahkan Komando ZX81-Elite Hyper, segera bergabung dengan Detektif Romantika. Sifat SOS." Perintah kepada tim Penyelaras Pemerhati Operasi Sunyi, memonitor terus menerus gerakan buru sergap Detektif Romanika, di layar super digital. Guru menahan kekuatan batinnya untuk tidak turun gunung. Kecuali situasi sungguh rawan tak terkendali.
Pasukan Komando ZX81-Elite Hyper, terbang dengan kecepatan penuh menuju sasaran. Masing-masing telah dilengkapi tekno tercanggih, terbaru dengan peluru mini nuklir di lengan kiri-kanan, satu detasemen dapat menghancurkan setengah kota metropolis. Sekali hantam mampu membunuh kawanan manusia kadal seluas perangkat mereka.
ADVERTISEMENT
Itu menurut hitungan tim pencipta senjata mini nuklir untuk Pasukan Komando ZX81-Elite Hyper. Di bawah pimpinan Doktor Ambikus, anak negeri asal pulau seberang di besarkan oleh Ibunya di Belanda. Doktor Ambikus, salah satu pilot luar angkasa bidang nuklir, lulus super luar biasa, pernah berhasil membantu penyelamatan tim angkasa luar negeri benua tetangga pulang ke planet bumi.
Guru, mencermati layar monitor, melihat manufer Pasukan Komando ZX81-Elite Hyper, menuju tim Detektif Romantika. Guru, di depan bentangan peta sistem digital globe. Memperhatikan dengan cermat. Mengirim code of conduct penyergapan cepat kepada Pasukan Komando ZX81-Elite Hyper,
***
Masih sisi peristiwa gudang bersimbol kepala kadal.
Hening sekali, hanya suara debur laut pelabuhan itu. Astaman, muncul ke permukaan dari sisi berbeda. Heran sedikit. Siapa sosok makhluk mirip singa berwarna merah itu. "Beep!" Code ungu dari Flony. Data. "Kami di utara kamu." Astaman sekilat cepat masuk kembali ke tanah, mencari titik batin frekuensi tinggi dari Flony.
ADVERTISEMENT
Astaman, menemukan ketiga sahabat mereka di antara ketinggian tumpukan kontener. Astaman kepalanya menyembul menembus kotak baja kontener setelah menembus permukaan tanah, mengintip sekitar, nyengir melihat tiga sahabat terikat kuat oleh gelombang elektromagnetik.
Sekilat cepat Astaman dari jarak cukup jauh, membuka ikatan elektromagnetik itu. Sekilat cepat. Seperti membuka ikatan rantai. "Glink! Glink! Glink!"
Flony memandang Astaman dengan sangat biasa, campur sebel. "Enggak peka kamu. Lebih dari tiga puluh menit kami terperangkap seperti ini. Ngumpet di mana sih kamu!" Flony lompat menjauh, ngambek. Setelah bebas dari ikatan elektromagnetik itu.
"Jiah! Cari perkara sih." Suara Banyu Segara. Lanjutnya. "Gue nggak melihat kalau itu tadi semacam medan elektromagnetik. Kalau tahu, gue buka dari tadi."
ADVERTISEMENT
Suara Joe Rantau, menimpali. "Aku pun melihat hal sama dengan kau."
Astaman menyela cepat. "Tak usah dibahas. Jangan bikin situasi tambah runyam Bro." Sembari memberi tanda, Flony ngambek.
Flony, menyala cepat sambil melompat ke atas kontener lebih tinggi. "Guys! Naik cepat!" Ketiga sahabat itu, juga melompat, berdiri sejajar dengan Flony. "Lihat!" Suara low energy Flony. Ketiganya memandang kearah bangunan di duga sementara, gedung aneh markas manusia kadal. Hancur lebur menjadi puing.
Tampak di kejauhan tim Pasukan Komando ZX81-Elite Hyper, tengah mengarah ke mereka berempat. Tak berapa lama pimpinan tim pasukan itu turun mendarat tepat di hadapan ke-empat anggota Detektif Romantika. Pimpinan pasukan itu menyimak penjelasan Flony dengan seksama, cepat-singkat. Seluruh Pasukan Komando ZX81-Elite Hyper, segera memeriksa lokasi, membawa potongan jasad manusia kadal ke laboratorium Palmerah.
ADVERTISEMENT
***
Jakarta Kantor Pusat Palmerah. Siang pukul 15:33 WIB. Sisi lain, Kantor Detektif Romantika.
Report. Kantor pusat Detektif Romantika Palmerah. Semua berdoa sejenak. Guru, sudah berdiri di pusat Energy Digit-Prana. Guru, membentangkan peta sistem Digital Globe. Arus informasi berjalan cepat semua tahu mana gagal mana berhasil.
Guru melihat pada Banyu, Astaman dan Joe. Flony, memberi penjelasan sigap-cepat. "Report. Saya melakukan kesalahan, di luar kendali kelompok, menerobos labirin."
Serentak suara Banyu Segara dan Joe Rantau. "Kami melakukan taktis, penyergapan cepat. Kami kurang teliti."
Suara Guru. "Tetap patuh pada rantai komando."
"Siap!" Joe Rantau dan Banyu Segara, keduanya memasukan data. Flony merasa dia paling bersalah, belum sempat mengutarakan kasus dengan rinci. Guru menyela.
ADVERTISEMENT
"Cukup saya sudah tahu. Astaman, mengakui bahwa perintah itu datang dari dia. Tidak dari Flony." Lanjut Guru. "Kalian berempat nanti, ketemu saya di ruang Xray-V. Dismiss!"
***
Ruang pertemuan khusus Xray-V.
"Kedaulatan negara sedang diganggu." Suara Guru membuka perbincangan, di ruang Xray V, menggema.
"Kalian paham, bahwa situasi politik belum pulih sepenuhnya. Biangkerok Manusia Kadal, belum diketahui pusat asal asulnya. Konon markas pengendali mereka berpindah-pindah secara sporadis bersistem, ini pemicu stabilitas negatif. Semua gerakan penyergapan tetap di rantai komando Flony! Paham. Dismiss!” Suara Guru tegas bijaksana.
"Siap! Guru!" Suara ke-empatnya anggota Detektif Romantika, serentak.
***
Ketika itu di hari setelah waktu pertemuan ruang Xray-V.
Ledakan besar terjadi di pusat kota, di duga ruang publik dekat Gedung Parlemen. Astaman, menghilang bersama motornya dengan sistem Antareja. Muncul sejenak di belakang kecepatan motor Flony, Banyu dan Joe. Diam-diam Astaman masuk lagi ke bumi dengan sistim Antareja, muncul di sisi Barat, Astaman, memotong kecepatan ketiga motor rekannya.
ADVERTISEMENT
Astaman, muncul di tengah tol, dari kejauhan dia melihat asap membumbung tinggi. Sekilat cepat dia tiba di lokasi. Masuk dengan sistem Antareja. Dia mendengar banyak suara. "Ya Tuhan." Di benak Astaman.
"Situasi kacau sekali, demikian batin Astaman. Aku sedang perang melawan siapa sebenarnya." Dengan sigap cepat Astaman merubah diri, membungkus, memisahkan korban hidup dan terluka dengan sistem tekno oksigen cinta kasih, memindahkan mereka ke area parkir gedung parlemen, sekilat cepat, para korban telah di evakuasi, oleh Astaman, aman.
Astaman, kembali pada posisi semula di belakang kecepatan motor tiga rekannya. Mereka tiba di lokasi. Code Green, batin low energy dari Flony, memberi perintah pencerapan. Joe dan Banyu, menghilang di antara situasi itu, mengirim Low Energy. "Kami menyisir situasi ruang-ruang di dalam gedung parlemen, aman."
ADVERTISEMENT
"Heh! Bandel! Kembali ke rantai komando!" Suara Flony. Astaman, sudah bergabung dengan Joe dan Banyu, menjawab serentak. "Tanggung nih! Kami menuju reruntuhan ruang publik tempat kejadian bom."
***
Pasukan Komando Elit Sandi-Nara Bom, tiba di lokasi.
Sekilat cepat menyebar meneliti menyelidiki dengan seksama. Guru, dipanggil ke-pusat pemerintahan, untuk menjelaskan seluruh sektor keamanan terpadu. Laporan lengkap kepada Panglima Tertinggi. Namun kami tak bisa memonitor untuk berita terkini. Info lengkap liputan itu mungkin di waktu berikutnya.
Jakarta Indonesia, July 18, 2020.
*) Terima kasih, anda telah membaca kisah ini. Salam bahagia.