Opini & Cerita12 Agustus 2020 9:18

Cerpen: Untuk Bening

Konten kiriman user
Cerpen: Untuk Bening (777122)
Cerpen. Foto by Tasch 2019 kumparan
“Teman muda. Apa kabar. Ngobrol yuk, berbagi manfaat.”
“Aku menyimak, sembari menyulam cintamu ya.”
ADVERTISEMENT
“Tak perlu menghitung selaksa hari, sewindu ataupun berabad kemudian. Sebab hidup menguji kecerdasan, pada kesetiaan cita-cita, pada kesadaran lahir dari rahim ibunda, pada kesadaran kepatuhan belajar senantiasa mendengar nasihat kedua orang tua. Ini bukan anjuran loh, sekadar berbagi cinta di antara kehidupan berbangsa dalam polarisasi bermasyarakat.”
“Pendidikan memberi peradaban kesantunan pada ranah disiplin keilmuan, di dalamnya ada moral iman pengetahuan amat luas. Ki Hajar Dewantara, telah memberi dasar-dasar pelajaran mengolah pikiran membangun pendidikan, dengan suri tauladan bahasa Ibu Pertiwi di Taman Siswa. Sejarahnya tak henti pada waktu, tengoklah beliau dalam doamu. Berdoa bagi para pahlawan negeri tercinta ini.”
“Sebab hidup tak sendirian melaju seperti meteor, setiap saat akan tiba waktunya di bumi, itu sebabnya diperlukan generasi pembuka tabir ilmu ekosistem, sains, tekno alam raya masa depan, kemana meteor akan berlanjut, menangkalnya jika mungkin atau membelokannya, semua ada pada keinginan belajar untuk dunia bermanfaat bagi sesama. Tak perlu takut dalam tanda tanya.”
ADVERTISEMENT
“Hidup sebuah pelajaran menuju pelajaran lainnya, senantiasa membentang terbuka dalam serial buku-buku di rentang pelajaran teman muda hingga perguruan tinggi. Jangan pernah takut kehilangan waktu, sebab senantiasa ada pada eksak matematis-hitungan ketepatan tujuan. Kapan membaca, kapan menulis, kapan belajar, kapan menjaga kesehatan, makan-minum, bekerja untuk dunia cita-cita.”
“Teman muda pelajar Indonesia, siap menyongsong masa depan. Tentu terbuka pada wawasan seluas tujuan arti kebudayaan sebagai ilmu pengetahuan. Tak terbayang. Apa artinya negara tanpa ilmu kebudayaan. Apa artinya negara tanpa kesenian, lihatlah ‘Tari Saman’, bergerak, rampak dalam iman estetis indah nian. Apa artinya negara tanpa tradisi-tradisi. Apa artinya negara tanpa pendidikan berkelanjutan. Apa artinya sains-tekno, seandainya, negara menepis ilmu pengetahuan kebudayaan.”
“Mengolah hidup adalah membangun kebudayaan manusia, bukan politik manusia membangun kebudayaan, akan tetapi, etos kebudayaan membangun daya hidup manusia, menuju Keesaan, membentuk peradaban perilaku dalam fokus tata krama suri tauladan seluas alam raya. Maka komunikasi berpolitik, misalnya, akan menjadi suri tauladan di dalam ranah kebudayaan menuju gugus peradaban. Merawat kesantunan sepanjang usia.”
ADVERTISEMENT
“Teman muda, disayang oleh Indonesia Raya, adalah kehidupan kemanusiaan yang adil dan beradab, seluas teritorial negeri ini sepanjang musim. Semua penting, dari harga cabai hingga harga sebuah tekno tercanggih. Semua penting, namun ada hal lebih penting lagi. Membangun Indonesia Raya, bersama, bersemangat, ber-evolusi, ber-revolusi, bergotong-royong.”
“Peace to our beautiful country for the world, dear friends.”
“Indonesia Keren. Menyosong HUT RI ke-75. Aku terus menyulam cintamu Merah Putih.”
Jakarta Indonesia, August 12, 2020.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white