Empat Alat Bukti Jerat Buni Yani
14 December 2016 19:57 WIB
0
0


Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya Kombes Agus RahmatKepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Agus Rohmat menyatakan penangkapan Buni Yani sebagai status tersangka sudah sesuai prosedur (Foto:Marcia Audita)

Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Agus Rohmat mengatakan polisi memiliki empat alat bukti untuk menjerat Buni Yani sebagai tersangka. Berdasarkan bukti itu, polisi membuka penyelidikan sebelum menangkap Buni pada 23 November 2016.


“Kami memiliki kelengkapan empat alat bukti dan kami menyelidik dulu,” kata Agus saat bersaksi dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/12). Namun Agus tidak menjelaskan apa saja alat bukti itu.


Polisi menetapkan Buni sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan melakukan penghasutan, gara-gara pada 6 Oktber 2016, Buni mengunggah video pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Buni memotong sebagian pidato itu. Praperadilan itu dimohonkan oleh tim pengacara Buni yang menilai polisi melanggar prosedur.


Sidang Lanjutan Praperadilan Buni Yani di Jakarta SelatanSuasana Sidang Praperadilan Buni Yani di Jakarta Selatan (Foto:Marcia Audita)

Menurut Agus, polisi juga telah melakukan gelar perkara alias ekspose sebelum menyidik Buni atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Kasus ini termasuk ke dalam gelar perkara biasa," kata Agus.


Penangkapan Buni, menurut Agus, juga tidak melanggar prosedur lantaran polisi telah membawa menunjukkan surat penangkapan.


Atas keterangan Agus, tim pengacara Buni segera menyiapkan lima orang sebagai saksi dan ahli untuk membuktikan argumen gugatan praperadilan. Mereka akan disiapkan untuk dihadirkan dalam persidangan selanjutnya.

Sidang Lanjutan Praperadilan Buni Yani di Pengadilan Negeri Jakarta SelatanKuasa hukum Buni Yani ketika Sidang Lanjutan Praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Foto:Marcia Audita)


“Di antaranya ahli bahasa, ahli pidana, tiga saksi fakta, dan ahli agama," ujar salah satu pengacara Buni, Aldwin Rahadian, usai persidangan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab redaksi. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: