• 2

KPK Periksa Bos Cyrus Terkait Dana Survei Wali Kota Cimahi

KPK Periksa Bos Cyrus Terkait Dana Survei Wali Kota Cimahi



Juru bicara KPK Febri Diansyah

Juru bicara KPK Febri Diansyah saat konferensi pers di Gedung KPK (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi, sempat menjalani pemeriksaan penyidik KPK. Pemeriksaan Hasan itu terkait kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota nonaktif Cimahi, Atty Suharti dan suaminya, M. Itoc Tochija.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan pemeriksaan terkait dengan adanya uang konsultasi politik Atty kepada Hasan. Namun Febri mengaku belum bisa memberikan informasi terkait hasil pemeriksaan tersebut.
"Kami belum dapat sampaikan terkait aliran dana tersebut secara rinci. Termasuk jika ada dana untuk kebutuhan survei atau yang lainnya," ujar Febri melalui pesan singkat kepada , Sabtu (24/12).
Febri menjelaskan tujuan penyidik memeriksa Hasan adalah untuk mengetahui aliran dana yang digunakan M. Itoc Tochija yang diduga dari hasil korupsi pembangunan Pasar Atas Baru Cimahi.
"Hasan diperiksa karena ada keterangannya yang dibutuhkan terkait dengan penyidikan kasus OTT di Cimahi," ujar Febri.
Pada Jumat lalu (23/12), Hasan yang diperiksa sebagai saksi mengaku dicecar penyidik soal uang pembayaran konsultasi politik dari Atty. Penyidik KPK menduga, uang yang diterima Cyrus dari Atty bersumber dari uang korupsi pembangunan Pasar Atas Baru Cimahi.
"Pas KPK menggeledah rumah Bu Atty, ditemukan bukti pembayaran ke Cyrus. Itu kemarin ditanyakan dan saya akui memang kami ada kerjasama sebagai konsultan dengan Bu Atty," kata Hasan saat dikonfirmasi kumparan.
Hasan menjelaskan, Cyrus Network memang memiliki kontrak kerjasama dengan Wali Kota Cimahi terhitung sejak September-Februari. Cyrus menjual jasa konsultasi dan survei untuk memenangkan Atty dalam Pilwalkot Cimahi 2017.
Atty membayar jasa Cyrus dengan cara dicicil. Hingga saat ini, Atty belum melunasi pembayaran kepada Cyrus sesuai komitmen di awal kerjasama.
KPK menduga, uang yang digunakan untuk membayar Cyrus adalah uang hasil korupsi. Penyidik pun meminta agar Hasan mau menyerahkan uang pembayaran dari Atty ke KPK.
Sayangnya, Hasan tidak mau menyebut berapa uang yang telah diterima dari Atty, termasuk saat ditanya besarannya antara Rp 1-1,5 miliar. Dia hanya mengungkapkan, Cyrus sejauh ini sudah melakukan dua kali survei untuk Atty.

HukumNewsKPK

500

Baca Lainnya