• 1

KPK Periksa Pejabat Bakamla

KPK Periksa Pejabat Bakamla



Konferensi Pers OTT Pejabat Bakamla

Konferensi Pers OTT Pejabat Bakamla di Gedung KPK.Konpers dihadiri oleh Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua KPK Laode M Sjarief. (Foto: Aldis Tannos/Kumparan)
Penyidik KPK mulai memanggil sejumlah saksi untuk diperiksa terkait kasus dugaan suap pengadaan satellite monitoring pada Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun 2016.
Pada pemeriksaan perdana ini, penyidik memanggil tiga orang, yakni Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan serta dua orang PNS dari Bakamla, Trinanda Wicaksono dan Wakhid Mamun.
"Ketiganya bersaksi untuk tersangka ESH, HST, MAO, dan FD," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi kumparan, Senin (19/12).
Pada kasus dugaan suap ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah Eko Susilo Hadi, Hardy Stefanus, Muhammad Adami Okta, dan Fahmi Darmawansyah.

Barang bukti OTT KPK pada kasus Bakamla

Barang bukti uang pecahan Dollar Amerika dan Dolar Singapura (Foto: Marcia Audita)

Eko yang merupakan Deputi Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla, diduga telah menerima suap hingga sebesar Rp 2 miliar. Suap diduga diberikan oleh Hardy, Adami, serta Fahmi dari PT Melati Technofo Indonesia (MTI).
Kasus ini terungkap setelah KPK menangkap Eko setelah dia diduga menerima suap. Suap diduga diberikan dengan tujuan agar Eko memuluskan PT MTI untuk memenangkan tender pengadaan alat satellite monitoring tahun 2016. Diduga, commitment fee yang dijanjikan kepada Eko sebanyak 7,5 persen dari nilai proyek Rp 220 miliar atau sekitar Rp 16,5 miliar.

Pejabat Bakamla Ditangkap KPK

Pejabat Bakamla Eko Susilo Hadi resmi ditetapkan sebagai kasus tersangka korupsi oleh KPk. (Foto: Aldis Tannos/Kumparan)

Keempatnya saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Namun untuk Fahmi, yang juga dikenal sebagai suami Inneke Koesherawati, tidak turut diamankan dalam tangkap tangan KPK. Dia diduga masih berada di luar negeri hingga saat ini.

HukumNewsSuap Pejabat BakamlaKPKKorupsi

500

Baca Lainnya