• 0

Pak Tata, Banting Tulang Berjualan Demi Anak Istri

Pak Tata, Banting Tulang Berjualan Demi Anak Istri



Pak Tata, penjual makanan ringan khas Betawi di Pasar Depok Jaya

Pak Tata telah berjualan makanan ringan khas Betawi selama 7 tahun. Dia berjualan demi menghidupi anak dan istrinya (Foto: Aprilandika Hendra Pratama)
Bagi sebagian orang, rutinitas dalam pekerjaan seringkali dianggap melelahkan atau bahkan cenderung membosankan. Tak sedikit anak muda, cenderung bosan dengan kegiatan serta rutinitas pekerjaan yang banyak menyita waktu, tenaga, dan pikiran mereka.

Hal tersebut menjadi kontras dengan apa yang dilakukan oleh Pak Tata. Meski usianya sudah 70 tahun, Pak Tata justru tetap bersemangat berjualan makanan ringan di Pasar Depok Jaya.

Bermodalkan sepeda tua miliknya, Pak Tata setiap hari berangkat pukul 06.00 WIB dari kediamannya di daerah Sawangan, Depok. Panganan khas Betawi semisal biji ketapang, akar kelapa, dan stik bawang menjadi komoditi andalannya untuk dijajakan tiap hari di sekitaran pasar.

Pak Tata, penjual makanan ringan khas Betawi di Pasar Depok Jaya

Pak Tata telah berjualan makanan ringan khas Betawi selama 7 tahun. Dia berjualan demi menghidupi anak dan istrinya (Foto: Aprilandika Hendra Pratama)

Pak Tata sempat bercerita kepada wartawan Kumparan mengenai pekerjaan yang telah digelutinya selama 7 tahun itu. Meski berusia senja, pria satu anak itu mengaku siap bekerja keras demi menghidupi keluarganya.

"Selagi saya masih kuat ngegenjot sepeda, dan istri saya masih sanggup buat kue, saya akan berusaha terus. Saya percaya rezeki sudah ada yang mengatur," kata Pak Tata kepada Kumparan, (9/12).

Pak tata, penjual makanan ringan khas Betawi di Pasar Depok Jaya

Pak Tata telah berjualan makanan ringan khas Betawi selama 7 tahun. Dia berjualan demi menghidupi anak dan istrinya (Foto: Aprilandika Hendra Pratama)

Menurut Pak Tata, dia bisa mendapat keuntungan hingga Rp200 ribu jika penjualan sedang bagus. Namun dia juga mengaku terkadang dagangannya tidak laku sama sekali.

"Tidak jarang juga saya tidak bawa uang sepeser pun ke rumah. Saya cuma bisa tepuk dada sembari bersyukur saja sih kalau gitu Mas," tutur Pak Tata sembari sedikit mengerutkan dahinya.

SosialNews

500

Baca Lainnya